RADAR PALU - Sekolah Lansia Cinta Damai di Desa Beteleme, Kecamatan Lembo, menjadi titik awal rencana Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Pemkab Morut) membangun pusat lansia di setiap kecamatan.
Bupati Morut Delis Julkarson Hehi melihat langsung aktivitas sekitar 27 warga lanjut usia (lansia) yang mengikuti pembinaan di Sekolah Lansia Cinta Damai, Balai Penyuluh Kecamatan Lembo, Rabu (7/10/2026).
Kunjungan tersebut sekaligus memperkuat komitmen Pemkab Morut untuk menghadirkan ruang pembinaan lansia yang sehat, aktif, mandiri, produktif, dan bermartabat.
Baca Juga: Bupati Morut Wajibkan OPD Ciptakan Satu Inovasi Tiap Tahun
Delis menyebut Sekolah Lansia Cinta Damai telah menjadi langkah awal untuk mewujudkan salah satu program prioritas bersama Wakil Bupati H. Djira Kendjo pada periode kedua kepemimpinan mereka.
Program tersebut menargetkan pembangunan pusat lansia di setiap kecamatan di daerah itu.
"Saya menargetkan pembangunan pusat lansia di setiap kecamatan pada periode kedua. Lembo sudah memulai. Tinggal kita tingkatkan pembinaan dan lengkapi fasilitasnya. Tempat ini juga masih luas," kata Delis.
Baca Juga: 651 Lansia dan Penyandang Disabilitas di Sigi Terima Bantuan Pangan Daerah Rp2 Juta
Sekolah Lansia Cinta Damai menjalankan kegiatan pada awal dan akhir setiap bulan.
Program pembinaan tersebut memberi ruang bagi lansia untuk belajar, berkumpul, menjaga kesehatan, dan tetap aktif dalam kehidupan sosial.
Delis ingin pola pembinaan seperti itu berkembang menjadi pusat kegiatan lansia di setiap kecamatan.
Baca Juga: Matube Juara Pordes Bungku Utara, Siap Rebut Bupati Cup 2026
Gagasan pusat lansia tersebut juga terinspirasi dari pengalaman Delis saat mengikuti pendidikan dan kursus kepemimpinan di Amerika Serikat.
Saat berada di Miami, Delis melihat komunitas lansia memiliki ruang khusus untuk berkegiatan dan tetap aktif dalam kehidupan sosial.
Pengalaman tersebut kemudian mendorong Delis membawa gagasan serupa ke Morut melalui pembangunan pusat kegiatan lansia di tingkat kecamatan.
Baca Juga: Sekolah Lansia Jadi Wadah Belajar dan Berdaya bagi 456 Lansia di Sulteng
Pembangunan pusat lansia masuk dalam 22 program prioritas Delis-Djira untuk periode 2024–2029.
Program tersebut menjadi bagian dari visi melanjutkan pembangunan Morut menuju daerah yang lebih Sehat, Cerdas, dan Sejahtera.
Delis menegaskan pusat lansia tidak hanya berorientasi pada pembangunan fasilitas fisik.
Baca Juga: Bupati Morut Apresiasi 53 Inovator IGA 2026
Pemkab Morut ingin pusat tersebut menjadi ruang bagi lansia untuk beraktivitas, bersosialisasi, menjaga kesehatan, serta mendapatkan pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan.
Konsep tersebut membuat Sekolah Lansia Cinta Damai memiliki posisi penting sebagai embrio pengembangan kegiatan lansia di Kecamatan Lembo.
Pemkab Morut selanjutnya dapat memperkuat fasilitas dan pola kegiatan agar pembinaan lansia berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Baca Juga: Disnakwan Sigi Perkuat Standar Penyembelihan Halal di RPH
Ketua Kelas Sekolah Lansia Cinta Damai mengapresiasi perhatian Pemkab Morut terhadap kelompok lansia di Kecamatan Lembo.
"Kami berterima kasih atas perhatian Bapak Bupati dan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara. Bagi kami, Sekolah Lansia ini sangat berarti karena menjadi tempat untuk belajar, berkumpul, menjaga kesehatan, dan tetap aktif bersama," ujarnya.
Kelompok lansia berharap dukungan pemerintah terus meningkat, terutama untuk pemenuhan fasilitas dan pengembangan kegiatan.
Baca Juga: Pemkab Morut Fasilitasi HAKI untuk 53 Inovator IGA 2026
Dukungan tersebut penting agar Sekolah Lansia Cinta Damai dapat berkembang dan memberikan manfaat lebih besar bagi warga lanjut usia di Kecamatan Lembo.
Dengan kegiatan rutin dua kali setiap bulan, Sekolah Lansia Cinta Damai kini menjadi salah satu titik awal penguatan program lansia Morowali Utara.
Dari Lembo, Pemkab Morut mulai membangun fondasi program pusat lansia yang ditargetkan hadir di setiap kecamatan. (***)
Editor : Ilham Nusi