RADAR PALU - Wakil Bupati (Wabup) Morowali Utara (Morut) Djira Kendjo mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) Morut memanfaatkan program pendidikan S2 dan RPL Universitas Tadulako (Untad) untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan publik.
Wabup menyampaikan dorongan tersebut saat membuka Sosialisasi Program Magister (S2) Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi serta Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) S1 Administrasi Publik FISIP Untad di Ruang Pola Kantor Bupati Morut, Senin (5/10/2026).
Menurut Djira, peningkatan kualifikasi akademik harus berjalan bersama penguatan kompetensi ASN.
Baca Juga: Polda Sulteng Periksa 53 TKA China, Perannya dalam Kericuhan Morowali Didalami
Dia bilang, pendidikan yang lebih tinggi harus memberi dampak langsung terhadap kemampuan aparatur menjalankan tugas dan melayani masyarakat.
Djira menyebut tuntutan terhadap ASN terus berkembang. Aparatur tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman kerja, tetapi harus memperbarui pengetahuan dan keterampilan sesuai bidang tugas.
Karena itu, dia meminta ASN Morut memanfaatkan kesempatan pendidikan yang hadir melalui kerja sama dan akses program perguruan tinggi.
Baca Juga: Pemkab Morowali Matangkan Sayembara Hymne, Perkuat Identitas dan Jati Diri Daerah
"Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Morowali Utara, kami menyampaikan apresiasi kepada Universitas Tadulako yang telah memberikan ruang bagi aparatur kita untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi. Informasi ini jangan berhenti di ruangan ini, teruskan kepada ASN lainnya," ujar Djira.
Djira menegaskan, kompetensi ASN mencakup kompetensi teknis, manajerial, serta sosial kultural. Pendidikan formal dapat memperkuat kemampuan tersebut sekaligus membantu aparatur menghadapi tuntutan pekerjaan yang semakin kompleks.
"Jangan berhenti mengembangkan diri. Tuntutan kompetensi bagi aparatur terus berkembang. Manfaatkan kesempatan belajar sebaik-baiknya," katanya.
Baca Juga: Bupati Morut Apresiasi 53 Inovator IGA 2026
Djira juga mengingat pengalamannya saat menempuh pendidikan di Untad pada 1984.
Setelah itu, pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan untuk dia, tetapi juga membentuk sikap, nilai, perilaku, dan keterampilan.
"Pendidikan itu bukan hanya soal pengetahuan. Ada ranah sikap, nilai dan perilaku, serta keterampilan. Bagi ASN, keterampilan itu harus bermuara pada kemampuan memberikan pelayanan yang lebih baik sesuai tugas pokoknya," ujar Djira.
Baca Juga: 651 Lansia dan Penyandang Disabilitas di Sigi Terima Bantuan Pangan Daerah Rp2 Juta
Dorongan peningkatan pendidikan ASN tersebut sejalan dengan kebutuhan Pemkab Morut untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Aparatur dengan kualifikasi akademik dan kompetensi yang lebih baik dapat menjalankan tugas sesuai tuntutan organisasi dan kebutuhan masyarakat.
Dalam sosialisasi tersebut, tim FISIP Untad memaparkan tiga program pendidikan yang dapat diakses ASN Morut.
Baca Juga: Kebakaran Lahan Sagu Hampir Merembet ke Permukiman Warga
Program tersebut terdiri atas Magister Administrasi Publik, Magister Ilmu Komunikasi, dan RPL S1 Administrasi Publik.
Materi sosialisasi disampaikan Koordinator Program Studi S2 Administrasi Publik Prof. Mustainah, Koordinator Program Studi S2 Ilmu Komunikasi Dr. Siti Murni Kaddi, serta Ketua Senat FISIP Untad Prof. Syahruddin Hattab.
Program RPL juga membuka jalur bagi calon mahasiswa yang telah memiliki pengalaman atau capaian pembelajaran sebelumnya.
Baca Juga: Pilkades Serentak Banggai Dijadwalkan Maret 2027, DPMD Mulai Matangkan Persiapan
Pengalaman dan capaian tersebut dapat memperoleh pengakuan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kehadiran akademisi FISIP Untad di Morut memperluas akses pendidikan tinggi bagi ASN tanpa mengabaikan kebutuhan aparatur untuk terus mengembangkan kapasitas.
Djira menegaskan Pemkab Morut terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan ASN menjadi salah satu bagian penting dalam upaya tersebut.
Baca Juga: Kabut Asap Menyelimuti Palu, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar
"Gunakan peluang pendidikan sebaik-baiknya selagi pemda aktif mendukung kemajuan sumber daya manusia aparaturnya," sebut Djira. (***)
Editor : Ilham Nusi