Kebakaran Lahan Sagu Hampir Merembet ke Permukiman Warga

Nendra Prasetya • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 19:26 WIB
KEBUN SAGU TERBAKAR: Kebakaran melanda lahan kebun sagu di Desa Gorontalo, Kecamatan Balantak Selatan, Kabupaten Banggai, Selasa (6/10/2026).(FOTO: NENDRA PRASETYA/RADAR PALU)
KEBUN SAGU TERBAKAR: Kebakaran melanda lahan kebun sagu di Desa Gorontalo, Kecamatan Balantak Selatan, Kabupaten Banggai, Selasa (6/10/2026).(FOTO: NENDRA PRASETYA/RADAR PALU)

RADAR PALU - Kebakaran melanda lahan kebun sagu di Desa Gorontalo, Kecamatan Balantak Selatan, Kabupaten Banggai, Selasa (6/10/2026) malam. Lokasi kebakaran berada sekitar 20 meter dari permukiman warga.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 18.50 Wita setelah warga melaporkan kejadian tersebut kepada anggota piket Polsek Balantak. Personel kepolisian bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.

Api membakar vegetasi sagu dan material kering di sekitar lahan. Kondisi lahan yang kering, ditambah hembusan angin, membuat kobaran api berpotensi meluas ke area di sekitar permukiman.

Baca Juga: Pilkades Serentak Banggai Dijadwalkan Maret 2027, DPMD Mulai Matangkan Persiapan

Pemadaman dilakukan menggunakan dua unit alkon serta peralatan manual. Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 21.00 Wita, ketika api mulai berhasil dikendalikan. Petugas kemudian melanjutkan pendinginan hingga sekitar pukul 21.30 Wita untuk memastikan tidak terdapat titik api yang kembali menyala.

Kapolsek Balantak AKP Teddy F. Polii, mengatakan, luas lahan kebun sagu yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar dua hektare.

“Luas lahan kebun sagu yang terbakar diperkirakan sekitar dua hektare. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Kerugian terhadap rumah, fasilitas umum dan bangunan masyarakat juga nihil,” kata Teddy.

Baca Juga: Bunda Wiwik Paparkan Gerakan Pengarusutamaan Keluarga di Banggai

Dari pemeriksaan awal, kebakaran diduga berasal dari sisa bara api yang belum sepenuhnya padam. Bara tersebut kemudian diduga menyulut daun dan ranting sagu yang dalam kondisi kering.

Kondisi cuaca panas dan kering serta lahan rawa yang mengalami kekeringan disebut turut mempermudah penyebaran api.

Kepolisian mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya pada kondisi cuaca panas dan kering. Aktivitas yang menggunakan api di sekitar lahan juga perlu diawasi dan dipastikan benar-benar padam setelah selesai digunakan.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
Api berkobar di lahan sagu Kabupaten Banggai Kebakaran