Bupati Sigi Bidik Lindu jadi Sentra Pertanian, Ingin Danau Dikelilingi Sawah

Angel Sumbara • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:10 WIB
PENANAMAN: Bupati Sigi Moh. Rizal Intjenae saat melakukan penanaman padi perdana di lokasi Cetak Sawah Rakyat Tahun 2026 di Desa Olu, Kecamatan Lindu, Minggu (4/10/2026).(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU)
PENANAMAN: Bupati Sigi Moh. Rizal Intjenae saat melakukan penanaman padi perdana di lokasi Cetak Sawah Rakyat Tahun 2026 di Desa Olu, Kecamatan Lindu, Minggu (4/10/2026).(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU)

RADAR PALU — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, mulai membidik kawasan Lindu sebagai salah satu sentra pertanian produktif di daerah. Tak hanya mengejar peningkatan produksi pangan, pemerintah juga ingin sektor pertanian mampu memberi nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Target tersebut disampaikan Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae saat melakukan penanaman padi perdana di lokasi Cetak Sawah Rakyat Tahun 2026 di Desa Olu, Kecamatan Lindu, Minggu (4/10/2026).

Menurut Rizal, program cetak sawah rakyat merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan Kabupaten Sigi sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: TPS 3R Sibalaya Utara Diperkuat, Pemkab Sigi Dorong Warga Pilah Sampah dari Rumah

“Yang kita lakukan hari ini merupakan bagian dari program Asta Cita Bapak Presiden untuk swasembada pangan,” kata Rizal.

Rizal mengatakan, Sigi menjadi salah satu daerah di Sulawesi Tengah yang mendapat perhatian pemerintah pusat dalam pengembangan sektor pangan. Karena itu, peluang tersebut harus dimanfaatkan dengan mendorong perluasan lahan dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Pemkab Sigi, kata dia, juga telah mengusulkan pengembangan lahan jagung hingga sekitar 20 ribu hektare. Selain jagung, pemerintah mendorong pengembangan singkong yang dapat memiliki nilai tambah karena berpotensi menjadi bahan baku bioetanol.

Baca Juga: Bupati Sigi Ingatkan ASN, Setiap Kamis Wajib Kenakan Batik Taiganja dan Siga

“Kenapa saya kasih masuk singkong? Karena saya ingin hasil tanam masyarakat tidak hanya dijual apa adanya, tetapi memiliki nilai tambah dan bisa menjadi bahan baku bioetanol,” ujarnya.

Tak hanya memperluas komoditas, Rizal juga mengupayakan dukungan sarana dan prasarana pertanian. Hasil komunikasinya dengan Menteri Pertanian, menurut dia, telah membuka dukungan berupa sejumlah alat dan mesin pertanian untuk Sigi.

Pemerintah juga merencanakan pembangunan mesin penggilingan padi yang diharapkan mampu menghasilkan beras premium dari hasil produksi petani lokal.

Baca Juga: Pemkab Sigi Hadiri TICEB 2026, Bahas Transformasi Ekonomi

Namun, Rizal menilai dukungan pemerintah harus diikuti perubahan cara pandang masyarakat terhadap sektor pertanian. Ia ingin pertanian tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan yang kurang menjanjikan.

“Jangan menganggap kalau padi itu rugi. Kita harus mengubah mindset. Petani juga bisa sejahtera,” tegasnya.

Ingin Lindu Dikelilingi Sawah

Rizal menegaskan, pengembangan cetak sawah di Lindu tidak boleh berhenti setelah lahan dibuka dan ditanami. Ia ingin kawasan tersebut berkembang menjadi sentra pertanian yang produktif dan terhubung dengan potensi ekonomi maupun pariwisata.

Baca Juga: Bupati Sigi Minta Tak Ada Ibu Hamil Luput dari Pemantauan

Bahkan, ia memiliki gambaran agar kawasan sekitar Danau Lindu ke depan dipenuhi hamparan sawah produktif.

“Harus berani bermimpi. Saya mimpi bagaimana Danau Lindu ini dikelilingi oleh sawah,” ujarnya.

Menurut Rizal, jika dikelola secara serius, pengembangan pertanian di Lindu dapat memberikan dampak ganda. Selain memperkuat produksi pangan, keberadaan hamparan sawah juga dapat menjadi bagian dari daya tarik kawasan wisata Danau Lindu.

Baca Juga: TPS 3R Sibalaya Utara Diperkuat, Pemkab Sigi Dorong Warga Pilah Sampah dari Rumah

Untuk mencapai target tersebut, ia meminta penyuluh pertanian, camat, kepala desa dan kelompok tani aktif mengawal program hingga tingkat lapangan.

“Saya hanya punya kebijakan, tetapi secara teknis Bapak dan Ibu PPL yang bekerja. Tidak mungkin saya kerja sendiri,” katanya.

Rizal berharap cetak sawah rakyat di Desa Olu dapat berhasil hingga panen dan menjadi contoh bagi pengembangan lahan pertanian lainnya di Kabupaten Sigi.

Baca Juga: Dokumen Asli Surat Bupati Sigi Ditemukan Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati Terkejut

Ia juga meminta petani memanfaatkan dukungan pemerintah, termasuk kebijakan harga komoditas dan akses pembiayaan, agar peningkatan produksi dapat berbanding lurus dengan kesejahteraan petani.

“Kalau ini berhasil, saya yakin Menteri Pertanian bisa datang ke sini. Kita harus memberikan bukti bahwa Lindu mampu menjadi kawasan pertanian yang produktif,” pungkasnya.

Penanaman padi perdana tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK Kabupaten Sigi Hj. Siti Halwiyah, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Hendri Kusuma Muhidin, Ketua BRMP Sulawesi Tengah Ruslan Boy, Anggota DPRD Kabupaten Sigi Alia Idrus yang mewakili Ketua DPRD Sigi, serta jajaran pemerintah daerah, penyuluh pertanian, aparat keamanan, pemerintah desa dan kelompok tani.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
Moh. Rizal Intjenae Wilayah Lindu Sentra Pertanian bupati sigi