RADAR PALU – Dokumen asli surat resmi Pemerintah Kabupaten Sigi yang memuat cap basah, paraf, dan tanda tangan Bupati Sigi ditemukan dalam kondisi tidak semestinya. Dokumen tersebut disebut digunakan sebagai pembungkus nasi pecel di Jakarta.
Informasi itu mencuat melalui unggahan di media sosial yang memperlihatkan lembar surat resmi Bupati Sigi dengan nomor 600/5/126.03/PUTRI/2026 tertanggal 2 Juli 2026. Surat tersebut ditujukan kepada Menteri Pekerjaan Umum terkait permohonan bantuan penanganan Jembatan Rahmat-Palolo atau Jembatan Rahmat 1.
Dalam surat itu, Pemkab Sigi meminta penanganan teknis terhadap jembatan yang mengalami sejumlah kerusakan. Di antaranya keretakan pada earthwall oprit dan parapet, kerusakan tiang pancang abutmen, gerusan sungai, serta kerusakan perkerasan aspal.
Baca Juga: Dua Desa di Sigi Sahkan Dokumen Pengelolaan Sampah Berbasis Desa
Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae merespons temuan tersebut melalui akun media sosial resminya. Ia mengaku sedih sekaligus terkejut setelah mengetahui dokumen yang dikeluarkan pemerintah daerah justru ditemukan dalam kondisi menjadi pembungkus makanan.
“Terima kasih informasinya. Saya Bupati Sigi tentu sedih dan terkejut melihat dokumen kami seperti ini,” ujar Rizal.
Menurutnya, pihak Pemkab Sigi telah melakukan pengecekan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR). Hasil pengecekan menunjukkan dokumen tersebut sebelumnya telah diterima dan diproses secara administratif.
Baca Juga: PKK Diminta Tak Sekadar jadi Pelengkap, Bupati Sigi: Harus Ada Hasil yang Terukur
“Berdasarkan pengecekan Dinas PUTR Kabupaten Sigi, dokumen tersebut telah masuk, dipindai menjadi dokumen digital dan di-submit ke sistem Kementerian PU,” katanya.
Rizal menyatakan pihaknya belum mengetahui bagaimana dokumen asli tersebut dapat berada di luar dan kemudian digunakan sebagai pembungkus makanan.
“Kami tidak mengetahui bagaimana bisa dokumen berikut bisa seperti ini. Namun, kami memastikan dokumen tersebut telah kami berikan kepada pihak Kementerian PU,” pungkasnya.
Editor : Wahono.