Pesan itu disampaikan Delis saat menghadiri ibadah syukur HUT ke-100 GKST Bukit Moria di Gedung Gereja Bukit Moria Po’ona, Kecamatan Lembo Raya, Senin (28/9/2026).
Sekitar 700 jemaat mengikuti perayaan tersebut. Pendeta Yandi Manobe, dari Kupang, NTT, memimpin ibadah.
Baca Juga: Mantan Wakil Ketua II DPRD Kota Palu Anugrah Pratama Segera Diganti, Rico: Nama Pengganti Sudah Ada
Delis mengapresiasi para pendeta dan warga jemaat yang tetap setia menjalankan pelayanan hingga GKST Bukit Moria mencapai usia satu abad.
"Ini usia sangat dewasa dan matang. Doa dan harapan saya, jemaat ini semakin berakar dalam iman dan berbuah dalam kemuliaan Tuhan dan semakin banyak berbuah untuk menjadi berkat bagi dunia," kata Delis.
Delis menyebut perjalanan 100 tahun GKST Bukit Moria tidak terlepas dari pertolongan Tuhan serta perjuangan orang-orang tua yang mempertahankan iman dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.
Baca Juga: 150 Ibu-ibu Palu Mama Menari Tampil Memukau di HUT ke-48 Kota Palu
Karena itu, dia mendorong generasi gereja saat ini untuk meneruskan keteladanan dan perjuangan tersebut.
"Keteladanan dalam iman dan perjuangan mempertahankan iman itu harus diteladani oleh generasi gereja saat ini," ujarnya.
Perayaan HUT ke-100 GKST Bukit Moria Po’ona diawali dengan pembacaan sejarah berdirinya gereja oleh salah seorang majelis.
Baca Juga: HUT ke-77 GKST Efrata Peonea, Bupati Morut Ajak Jemaat Jadi Berkat
Panitia juga memberikan tali kasih kepada seluruh pendeta yang pernah memimpin pelayanan di GKST Bukit Moria.
Jemaat kemudian memeriahkan acara dengan tari-tarian adat, tarian anak-anak sekolah minggu, vokal grup, serta undian berhadiah.
Dalam khotbahnya, Pdt. Yandi Manobe menyampaikan pesan "Ebenhaezer", sebagai ungkapan bahwa Tuhan telah menolong jemaat sampai mencapai usia 100 tahun.
Baca Juga: Dari Tenda hingga Perlombaan, Begini Tantangan Pelajar di Kemah Pramuka Banggai
Namun, dia mengingatkan bahwa usia satu abad bukan akhir dari perjalanan pelayanan GKST Bukit Moria.
"Ebenhaezer, sampai di sini Tuhan sudah menolong jemaat ini, tapi tidak berarti tugas dan pelayanan berhenti di sini," kata Yandi. (***)
Editor : Ilham Nusi