Industri Kelapa di Morowali Buka Peluang Pasar Baru bagi Petani Morut

Ilham Nusi • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 18:08 WIB
INDUSTRI: Bupati Morut Delis Julkarson Hehi bersama Senator DPD RI Febriyanthi Hongkiriwang mengunjungi pabrik pengolah kelapa PT Freenow Food Industry di kawasan Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) Morowali, Senin (28/9/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
INDUSTRI: Bupati Morut Delis Julkarson Hehi bersama Senator DPD RI Febriyanthi Hongkiriwang mengunjungi pabrik pengolah kelapa PT Freenow Food Industry di kawasan Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) Morowali, Senin (28/9/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

RADAR PALU - Beroperasinya PT Freenow Food Industry di kawasan Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP), Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, membuka peluang pasar baru bagi petani kelapa di Morowali Utara (Morut).

Peluang itu muncul seiring hadirnya industri pengolahan kelapa berskala besar yang membutuhkan pasokan bahan baku secara berkelanjutan.

Kondisi tersebut dapat membuka ruang bagi kelapa dari Morut untuk masuk ke rantai pasok industri, tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas mentah.

Baca Juga: Kembali ke Sulawesi Tengah, Dirjen KI Hermansyah Siregar Beri Arahan Penguatan Kekayaan Intelektual

Bupati Morut Delis Julkarson Hehi bersama Senator DPD RI Febriyanthi Hongkiriwang, melihat langsung aktivitas PT Freenow Food Industry, Senin (28/9/2026).

Delis menyambut hadirnya industri hilir kelapa tersebut karena dapat memperluas pasar bagi petani kelapa di Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Ya, kita bersyukur dengan hadirnya hilirisasi kelapa yang ada di kawasan Huabao. Ini akan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani kelapa dan juga bisa meningkatkan harga kelapa di tingkat petani," kata Delis.

Baca Juga: HUT ke-77 GKST Efrata Peonea, Bupati Morut Ajak Jemaat Jadi Berkat

Menurut Delis, kebutuhan bahan baku industri tidak hanya dapat dipenuhi dari petani di Kabupaten Morowali. Petani dari Morut dan sejumlah daerah lain di Sulteng juga berpotensi memasok kebutuhan tersebut.

"Terutama para petani kelapa yang ada di Kabupaten Morowali, Morut dan kabupaten lain di Sulteng," ujarnya.

Peluang tersebut menjadi penting bagi Morut, karena sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi salah satu sektor penting dalam struktur ekonomi daerah berdasarkan data BPS.

Baca Juga: DJKI Dorong UMKM Sulteng Perkuat KI Menuju Pasar Global

Kehadiran industri pengolahan kelapa di wilayah Morowali dapat menciptakan pasar dengan jangkauan lebih luas bagi produksi kelapa dari daerah sekitar.

Namun, kata Delis, peluang tersebut membutuhkan tata kelola rantai pasok yang jelas. 

Dia bilang, petani membutuhkan akses pasar, standar kualitas bahan baku, pola kemitraan, serta mekanisme pembelian yang memberikan manfaat ekonomi secara nyata.

Baca Juga: Pemkab Morut Siapkan SDM Industri Lewat Beasiswa Teknik Metalurgi

PT Freenow Food Industry merupakan bagian dari Zhejiang FreeNow Food Co., Ltd. yang berada dalam ekosistem Zhenshi Holding Group, perusahaan asal China yang mengembangkan bisnis berbasis kelapa secara terintegrasi.

Perusahaan tersebut mengembangkan berbagai produk berbahan baku kelapa, antara lain santan, air kelapa, minuman kelapa, coconut cream, hingga produk kelapa untuk kebutuhan industri makanan dan minuman. FreeNow menyebut bahan bakunya berasal dari sejumlah negara, termasuk Indonesia.

PT Freenow Food Industry resmi beroperasi di Morowali pada 7 September 2026. Fasilitas tersebut berdiri di atas lahan sekitar 7,37 hektare dan memiliki kapasitas pengolahan setara ratusan juta butir kelapa per tahun.

Baca Juga: Aksi Mahasiswa Protes Pemadaman Bergilir, PLN Palu Sebut Demi Cegah Blackout

Pengelola kawasan juga menyebut pabrik tersebut membuka peluang hampir 1.000 lapangan kerja langsung pada tahap operasional.

Besarnya kapasitas pengolahan membuat ketersediaan bahan baku menjadi bagian penting dari keberlangsungan industri. Situasi ini sekaligus membuka peluang terbentuknya rantai pasok kelapa yang lebih terorganisasi antara petani, pengumpul, dan perusahaan pengolahan.

Bagi petani Morut, kehadiran industri tersebut dapat menjadi peluang untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil kebun.

Baca Juga: Morut Borong Empat Penghargaan Pendidikan 2026

Selama ini, petani tidak hanya menghadapi persoalan produksi, tetapi juga akses pasar dan harga jual komoditas. Industri pengolahan dapat menjadi salah satu alternatif pasar apabila hubungan pasokan berjalan secara berkelanjutan.

Karena itu, peluang tersebut tidak cukup hanya dengan keberadaan pabrik. Industri perlu terhubung dengan sentra produksi kelapa melalui pola kemitraan dan rantai pasok yang memberi kepastian bagi petani.

Bupati Delis berharap manfaat hilirisasi kelapa benar-benar sampai kepada masyarakat, terutama petani sebagai pemasok bahan baku.

Baca Juga: Mengejutkan! Syafiah Basir Didaulat Pimpin DPW PSI Sulteng

"Yang paling penting adalah bagaimana hilirisasi ini memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya petani kelapa," kata Delis.

Dengan demikian, industri kelapa di kawasan Morowali tidak hanya menghadirkan fasilitas pengolahan. Kehadirannya juga membuka peluang pasar baru bagi petani Morut untuk menghubungkan hasil kebun dengan kebutuhan industri.

Jika rantai pasok berjalan baik, kelapa dari Morut berpeluang masuk ke pasar industri dengan nilai ekonomi yang lebih besar, sekaligus memperkuat posisi komoditas kelapa dalam perekonomian daerah. (***)

Editor : Ilham Nusi
Industri Kelapa PT Freenow Food Industry morowali Delis Julkarson Hehi Morut