RADAR PALU — Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Banggai menunjukkan penurunan pada 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banggai, TPT pada Agustus 2025 berada di angka 3,07 persen, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 3,11 persen.
Penurunan tersebut mencapai 0,04 poin persentase. Data ini menggambarkan kondisi ketenagakerjaan Kabupaten Banggai berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025.
BPS mencatat, jumlah angkatan kerja di Kabupaten Banggai pada Agustus 2025 mencapai sekitar 216 ribu orang , dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 74,74 persen.
Baca Juga: Tiga Layanan Publik Banggai Masuk Kajian Survei Kepuasan Masyarakat
Meski angka pengangguran terbuka mengalami penurunan, persoalan ketenagakerjaan masih perlu menjadi perhatian, khususnya terkait penyerapan tenaga kerja berdasarkan tingkat pendidikan.
Berdasarkan data BPS, TPT tertinggi pada Agustus 2025 tercatat pada penduduk dengan pendidikan SMA, yakni mencapai 5,17 persen. Kondisi ini berbeda dengan tahun sebelumnya, ketika tingkat pengangguran tertinggi tercatat pada lulusan SMK.
Kepala BPS Kabupaten Banggai Mohamad Rivani mengatakan, angka TPT merupakan salah satu indikator yang menggambarkan kondisi pasar kerja di daerah.
Baca Juga: Pemkab Banggai Memperkuat Karakter dan Integritas ASN Melalui Orientasi PPPK Tahun 2026
“Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten Banggai pada Agustus 2025 tercatat sebesar 3,07 persen. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan Agustus 2024 yang sebesar 3,11 persen. Data ini menunjukkan adanya perubahan kondisi pasar kerja di Kabupaten Banggai,” katanya.
Ia menjelaskan, selain melihat angka pengangguran secara keseluruhan, kondisi ketenagakerjaan juga perlu dilihat berdasarkan karakteristik pendidikan dan jenis kelamin.
Data BPS menunjukkan TPAK laki-laki pada Agustus 2025 mencapai 89,45 persen, sedangkan TPAK perempuan berada pada angka 59,54 persen.
Baca Juga: BGN Akui Menu Lokal Banggai Sulit Diolah
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa partisipasi penduduk dalam pasar kerja masih memiliki kesenjangan berdasarkan jenis kelamin.
Sementara itu, tingginya TPT pada lulusan SMA menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam melihat hubungan antara pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.
Mohamad Rivani mengatakan, data ketenagakerjaan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam merancang kebijakan ketenagakerjaan.
Baca Juga: Cegah Lonjakan HIV/AIDS, KPAK Banggai Gandeng Organisasi Lintas Sektor
“Data ketenagakerjaan dapat menjadi salah satu bahan untuk melihat bagaimana kondisi pasar kerja di Kabupaten Banggai, termasuk dari sisi pendidikan dan partisipasi angkatan kerja. Karena itu, indikator ini penting untuk menjadi bahan perencanaan dan evaluasi kebijakan,” ujarnya.
Dengan TPT sebesar 3,07 persen, persoalan ketenagakerjaan di Banggai tidak hanya berkaitan dengan jumlah penduduk yang belum bekerja, tetapi juga bagaimana meningkatkan kesesuaian antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan lapangan pekerjaan yang tersedia.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin