Kemensos dan Pemkab Poso Gelar Dialog Kebangsaan Bersama Eks Napiter Poso di Tamanjeka

Budiyanto Wiharto • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 15:06 WIB
KEBANGSAAN: Usai menggelar Dialog Kebangsaan di Tamanjeka foto bersama.(FOTO: BUDIYANTO WIHARTO/RADAR PALU).
KEBANGSAAN: Usai menggelar Dialog Kebangsaan di Tamanjeka foto bersama.(FOTO: BUDIYANTO WIHARTO/RADAR PALU).

RADAR PALU - Kementerian Sosial RI dan Pemerintah Kabupaten Poso menggelar dialog kebangsaan dengan pukuhan eks narapidana terorisme (napiter) Poso di Dusun Tamanjeka Desa Masani Kecamatan Poso Pesisir, Sabtu (26/9/2026).

Pada momen tersebut, diserahkan pula bantuan atensi kepada penerima manfaat eks napiter. Banyak hal yang dibahas dalam dialog bertema sinergi masyarakat, pemerintah dan tokoh agama dalam membangun Dusun Tamanjeka yang aman dan inklusif itu.

Salah satunya adalah membangun komunikasi dan silaturahmi untuk kemajuan desa dan daerah yang aman dan sejahtera.

Baca Juga: Konflik Agraria di Napu Poso Mencuat, Pembangunan Rindam Disebut Berdiri di Atas Tanah Warga

Direktur Rehabilitasi Sosial, Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kemensos RI Dr. Rahmat Kusnadi mengatakan dialog dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi dan silaturahmi sekaligus memperkuat proses reintegrasi sosial eks Napiter di tengah masyarakat.

Diharapkan nantinya bisa terbangun komunikasi yang semakin baik antara eks Napiter, masyarakat, pemerintah, dan seluruh pihak terkait, sehingga proses reintegrasi sosial dapat berlangsung secara positif serta mendukung terciptanya situasi kehidupan masyarakat yang aman, harmonis, dan kondusif di wilayah Kabupaten Poso.

Mewakili Bupati Poso, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Poso, Ir. Abdul Kahar Latjare menyampaikan bahwa Kabupaten Poso saat ini berada dalam kondisi yang semakin damai dan kondusif.

Baca Juga: 26 Rumah Rusak, Warga Sulewana Poso Desak Kepastian Ganti Rugi

Namun demikian, dialog kebangsaan tetap menjadi ruang penting untuk memperkuat kerukunan, persatuan, dan komunikasi antarelemen masyarakat.

"Kondisi tersebut perlu terus dijaga melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan kebersamaan," jelasnya.

Abdul Kahar berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik, baik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun sebagai stimulan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi dan memperkuat komitmen kebangsaan.

Baca Juga: 15 Hektare Kebun Dilalap Api, Dua Rumah Warga Poso Ikut Terbakar

Dia lalu menekankan pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan sosial terkecil dalam menanamkan nilai agama, kebangsaan, toleransi, dan sikap saling menghormati. Jika ada beda pendapat, Abdul Kahar mengajak masyarakat menyelesaikannya secara damai serta menjadikan keberagaman suku, agama, dan budaya sebagai kekuatan dalam membangun persatuan.(***) 

Editor : Muchsin Siradjudin
Terbangun pemahaman pola tindak Eks napiter dengan masyarakat Kabupaten Poso Diharapkan