RADAR PALU — Potensi pangan lokal Kabupaten Banggai belum banyak masuk dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satunya sagu yang dikenal sebagai salah satu pangan tradisional masyarakat setempat.
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Banggai, Yesberlin, mengakui bahwa sagu merupakan salah satu makanan tradisional yang ada di Banggai. Namun, menurutnya, penggunaan sagu sebagai menu MBG masih menghadapi kendala dalam proses pengolahan.
“Makanan tradisional di Banggai itu sagu. Cuma sagu ini sulit untuk diolah,” kata Yesberlin.
Baca Juga: Kapal Asing Masuk Banggai, Imigrasi Perketat Pengawasan WNA
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan BGN dalam menentukan menu yang disajikan kepada penerima manfaat program MBG. BGN memilih bahan makanan yang proses pengolahannya dinilai lebih mudah dan praktis untuk disajikan dalam jumlah besar.
“Kami memilih menu yang mudah untuk disajikan, seperti ayam, daging dan telur,” ujarnya.
Sagu sendiri memiliki beragam olahan tradisional di Banggai. Salah satunya adalah onyop, makanan berbahan dasar sagu yang menjadi bagian dari kuliner masyarakat setempat.
Baca Juga: Potensi Lokal Pakan Ternak Jadi Fokus Penguatan Peternakan di Banggai
Sementara itu, pangan lokal seperti sagu dan olahan tradisional onyop masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan standar penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis.
“Penggunaan pangan lokal dalam menu MBG tentunya perlu disesuaikan dengan kebutuhan gizi, standar penyajian, keamanan pangan, serta pola produksi di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ” pungkas Yesberlin.(ndr)
Editor : Muchsin Siradjudin