PPDS Gelar Pelatihan Pembuatan MP-ASI di Desa Lombok Barat, Cegah Stunting dari Dapur Keluarga

Mugni Supardi • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 08:45 WIB
PENUHI GIZI KELUARGA: Kegiatan Program Pengembangan Desa Sehat (PPDS) yang dilaksanakan di Desa Lombok Barat, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (16/9/2026).
PENUHI GIZI KELUARGA: Kegiatan Program Pengembangan Desa Sehat (PPDS) yang dilaksanakan di Desa Lombok Barat, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (16/9/2026).

RADAR PALU - Pencegahan stunting terus didorong melalui peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya dalam pemenuhan gizi anak sejak usia dini. 
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Program Pengembangan Desa Sehat (PPDS) yang dilaksanakan di Desa Lombok Barat, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (16/9/2026).

Salah satu kegiatan utama dalam program tersebut adalah pelatihan pembuatan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) yang ditujukan kepada kader Posyandu dan masyarakat. 

Baca Juga: Rakhmat Renaldy Dorong Legalitas Usaha Bersama Kadin Sulteng

Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan peserta dalam menyiapkan MP-ASI yang bergizi, beragam, aman, dan sesuai dengan kebutuhan anak.

Materi pelatihannya sendiri disampaikan oleh Dr. Abd. Farid Lewa, SKM., MPH, yang memberikan edukasi mengenai prinsip pemberian MP-ASI yang tepat serta pentingnya pemenuhan kebutuhan zat gizi anak pada masa pertumbuhan. 

"Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan pangan lokal sebagai bahan MP-ASI, sehingga penyediaan makanan bergizi dapat disesuaikan dengan potensi dan ketersediaan pangan di lingkungan masyarakat," kata Dr. Abd. Farid Lewa.

Baca Juga: Rakhmat Renaldy Tekankan Dukungan Program Pemerintah dan Menteri

Dr. Abd. Farid Lewa mengakui, pemanfaatan pangan lokal menjadi salah satu pesan penting dalam kegiatan tersebut. Keluarga kata dia tidak selalu harus bergantung pada bahan pangan yang mahal untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak. 

"Dengan pemilihan bahan yang tepat, pengolahan yang aman, serta komposisi makanan yang beragam, pangan yang tersedia di sekitar rumah dapat diolah menjadi MP-ASI yang mendukung kebutuhan tumbuh kembang anak," sebutnya.

Kegiatan PPDS tersebut dihadiri oleh Ketua Pelaksana PPDS, Dr. Nurmiati, SST., MPH dari Poltekkes Kemenkes Kendari, serta Siti Rahmi, S.Kp., M.Kes dari Poltekkes Kemenkes Jakarta I. 

Baca Juga: Tanwir Muhammadiyah 2026 di Palu, Ekonomi Lokal Diprediksi Ikut Bergerak

Turut hadir Rahmat Kurniawan, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.KMB dari Program Studi Keperawatan Palu dan Novica Aryanti Putri, S.Kep., Ns., M.Kep dari Program Studi Keperawatan Tolitoli, Poltekkes Kemenkes Palu.

Dr Nurmiati menambahkan, pelatihan ini tidak hanya menjadi kegiatan transfer pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat peran kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. 

Kader diharapkan mampu meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada para ibu dan keluarga, terutama mengenai pentingnya pemberian makanan yang tepat dan bergizi bagi bayi dan balita.

"Melalui kegiatan ini, PPDS berupaya membangun kesadaran bahwa pencegahan stunting dimulai dari keluarga, salah satunya melalui pemenuhan gizi yang baik pada periode awal kehidupan," jelasnya.

Keterlibatan kader, keluarga, masyarakat, dan tenaga kesehatan juga menjadi bagian penting dalam menciptakan desa yang lebih sehat dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Dia berharap, kegiatan di Desa Lombok Barat tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan semata, tetapi dapat menjadi awal dari praktik berkelanjutan di masyarakat dalam pemanfaatan pangan lokal dan penyediaan MP-ASI yang berkualitas sebagai bagian dari upaya bersama mencegah stunting.***

Editor : Mugni Supardi
MP-ASI Desa Lombok Barat parigi moutong Stunting ppds