RADAR PALU — Upaya memperkuat sektor peternakan di Kabupaten Banggai terus diarahkan pada pemanfaatan sumber daya yang tersedia di daerah. Salah satunya melalui kajian mengenai potensi bahan pakan lokal yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai sumber pakan ternak yang berkelanjutan.
Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Akhir Kajian Identifikasi dan Optimalisasi Potensi Lokal Pakan Ternak di Kabupaten Banggai, yang dilaksanakan di Kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Banggai, Jumat (18/9/2026).
Mewakili Bupati Banggai, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Banggai, Mujiono, S.H., secara resmi membuka kegiatan yang merupakan kerja sama antara Brida Kabupaten Banggai dan Universitas Brawijaya Malang tersebut.
Baca Juga: Cegah Lonjakan HIV/AIDS, KPAK Banggai Gandeng Organisasi Lintas Sektor
Dalam kesempatan itu, Mujiono menekankan bahwa pakan bukan persoalan pelengkap dalam pembangunan peternakan. Pakan adalah salah satu fondasinya.
“Hal ini juga sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Banggai yang menempatkan peningkatan populasi dan produksi peternakan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi berbasis potensi unggulan daerah,” ujar Mujiono.
Ia mengatakan, Kabupaten Banggai memiliki kawasan pertanian tanaman pangan, perkebunan dan peternakan yang tersebar di berbagai kecamatan.
Baca Juga: Lima Kades Menanti Eksekusi, Bupati Banggai Diberi Waktu 21 Hari
“Oleh karena itu, saya berharap kajian ini tidak hanya menghasilkan daftar potensi bahan pakan lokal. Kita membutuhkan hasil yang lebih operasional, kita harus mengetahui potensi apa, berada dimana, jumlahnya berapa, tersedia pada musim apa, bagaimana mengolahnya, dan siapa yang nantinya dapat mengembangkannya," katanya.
Sementara itu, Perwakilan Ketua Tim Kajian menyampaikan bahwa proses penelitian dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai potensi bahan pakan yang dapat ditemukan di Kabupaten Banggai sekaligus melihat peluang pengoptimalannya.
Seminar akhir tersebut menjadi momentum untuk memaparkan hasil penelitian sekaligus mendapatkan masukan dari para pemangku kepentingan. Forum ini diharapkan dapat memperkuat rekomendasi yang nantinya menjadi bagian dari hasil akhir kajian.
Baca Juga: Sampaikan Perubahan APBD 2026, Bupati Banggai : Arahkan Anggaran Kesejahteraan Masyarakat Banggai
Kerja sama antara Brida Kabupaten Banggai dan Universitas Brawijaya Malang tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan dunia akademik dalam menghasilkan kajian yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan pembangunan.
Dengan adanya kajian ini, potensi sumber daya lokal diharapkan dapat semakin dikenali, dikembangkan, dan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penguatan sektor peternakan serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat Kabupaten Banggai.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin