Perahu Warga Terbalik di Perairan Morowali, IGIP Evakuasi Tujuh Orang

Ismail Kamur • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 14:17 WIB
Tim IGIP melakukan evakuasi terhadap warga yang terjatuh ke laut di perairan sekitar kawasan IGIP, Morowali, Rabu (16/9/2026).
Tim IGIP melakukan evakuasi terhadap warga yang terjatuh ke laut di perairan sekitar kawasan IGIP, Morowali, Rabu (16/9/2026).

RADAR PALU - Respons cepat tim tanggap darurat International Green Industrial Park (IGIP) membantu menyelamatkan tujuh warga setempat yang terjatuh ke laut setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik di tengah kondisi angin kencang dan gelombang tinggi, Rabu (16/9).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.20 WITA di perairan sekitar 1,5 kilometer dari Dermaga Rekonstruksi IGIP, Morowali. Saat melakukan patroli rutin di sekitar kawasan, petugas keamanan IGIP melihat sebuah perahu warga mengalami kecelakaan dan sejumlah penumpangnya terjatuh ke laut.

Petugas segera mengidentifikasi posisi para korban dan melakukan pertolongan. Dua warga yang berhasil berenang hingga ke tepian lebih dahulu berhasil dibantu oleh petugas keamanan.

Baca Juga: Tukar-Menukar BMD Masuk Pembahasan Gabungan Komisi II dan III DPRD Sulteng

Pada saat yang sama, tim pemadam kebakaran yang sedang melakukan patroli di sepanjang jalan pesisir kawasan menerima laporan darurat dari warga setempat. Informasi tersebut segera diteruskan kepada tim terkait untuk mengaktifkan prosedur tanggap darurat kawasan.

Respons Cepat di Tengah Kondisi Laut

Tim IGIP kemudian mengerahkan perahu cepat darurat, ambulans, petugas pemadam kebakaran, serta personel tanggap darurat untuk melakukan pencarian dan penyelamatan.

Proses pencarian dilakukan dengan menyisir area perairan di sekitar lokasi kejadian. Tim juga melakukan koordinasi antara personel di laut dan darat untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi dengan aman.

Baca Juga: Outdoor AC Diburu Maling, Warga Mantikulore Mulai Resah

Irwan Sahril, Foreman Safety IGIP yang terlibat dalam proses penyelamatan, mengatakan bahwa kondisi laut menjadi salah satu tantangan utama dalam proses evakuasi. 

“Waktu itu warga sedang dari Sambalagi menuju pulau. Kondisi ombak cukup kencang dan perahunya juga kecil. Begitu kami mendapat informasi bahwa ada warga yang mengalami kecelakaan, kami langsung mengatur tim untuk melakukan evakuasi,” ujarnya.

Dalam proses tersebut, sebanyak enam personel IGIP dikerahkan untuk membantu operasi penyelamatan. Mereka berasal dari beberapa fungsi, termasuk empat personel pemadam kebakaran, tim Safety, serta dua personel General Affairs (GA).

Koordinasi dilakukan untuk memastikan pencarian dan evakuasi dapat berlangsung dengan aman, baik bagi warga yang membutuhkan pertolongan maupun bagi personel yang melakukan penyelamatan.

Setelah dilakukan pencarian secara menyeluruh, seluruh korban berhasil ditemukan sekitar pukul 18.10 WITA. Sekitar sepuluh menit kemudian, tujuh warga yang mengalami kecelakaan tersebut berhasil dievakuasi dan dibawa kembali ke daratan melalui dermaga kapal di kawasan Menara Pengawas IGIP.

Langsung Mendapat Penanganan Medis

Proses penanganan tidak berhenti setelah seluruh korban berhasil dievakuasi. IGIP segera mengaktifkan mekanisme penanganan medis darurat melalui koordinasi tim di darat dan laut.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Sulteng Didorong Masuk Rantai Produksi, Bukan Sekadar Jualan

Tim IGIP berkoordinasi dengan tenaga medis PT Vale Indonesia Tbk dan petugas klinik kawasan untuk memberikan pemeriksaan serta penanganan awal kepada para korban. Ambulans juga disiagakan untuk melakukan pemindahan dan memastikan warga mendapatkan pertolongan yang diperlukan.

Para korban menjalani pemeriksaan kondisi fisik, penanganan luka, pemulihan suhu tubuh, serta pertolongan medis darurat. Penanganan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi risiko kesehatan yang dapat muncul setelah seseorang terjatuh ke laut, termasuk hipotermia dan gangguan pernapasan akibat kemasukan air.

Keselamatan Masyarakat dan Respons Darurat

Bagi tim IGIP yang terlibat, kejadian tersebut menunjukkan pentingnya kesiapan personel dan koordinasi ketika menghadapi kondisi darurat di wilayah pesisir.

Baca Juga: Truk Ringsek Tabrak Kontainer di Jalan Soekarno Hatta Palu, Sopir Sempat Terjepit

Irwan mengatakan bahwa keberhasilan evakuasi tidak terlepas dari kerja sama berbagai fungsi di kawasan.

“Yang paling penting dalam kondisi seperti ini adalah koordinasi. Kami tidak bekerja sendiri. Ada tim pemadam kebakaran, Safety, GA, dan rekan-rekan lainnya yang bersama-sama memastikan proses evakuasi berjalan dengan baik,” kata Irwan.

Koordinasi lintas fungsi tersebut memungkinkan proses pencarian, evakuasi, hingga penanganan medis dilakukan secara terintegrasi.

Respons tersebut juga menjadi bagian dari kesiapsiagaan IGIP dalam menghadapi kondisi darurat di sekitar wilayah operasionalnya, termasuk wilayah pesisir yang berdekatan dengan aktivitas masyarakat.

Memperkuat Hubungan dengan Masyarakat

Kejadian tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana kesiapsiagaan di kawasan industri dapat berperan dalam merespons kondisi darurat yang melibatkan masyarakat sekitar.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Palu, Dua Ponsel dan Sejumlah Barang Terlarang Disita

Sejak beroperasi di Morowali, IGIP menjalankan berbagai aktivitas yang berinteraksi langsung dengan lingkungan dan masyarakat setempat.

Selain berfokus pada pembangunan dan operasional kawasan industri, kesiapsiagaan terhadap kondisi darurat di sekitar kawasan juga menjadi bagian dari pengelolaan lingkungan operasional.

Patroli di wilayah perairan dan kesiapsiagaan personel dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kawasan dalam merespons situasi yang membutuhkan pertolongan.

Baca Juga: Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Tak ke Bandara Sebelum Jadwal Penerbangan Dipastikan

Dalam insiden 16 September tersebut, respons cepat berbagai unsur di IGIP membantu memastikan tujuh warga dapat ditemukan, dievakuasi, dan mendapatkan penanganan medis dalam waktu yang relatif singkat.

Bagi masyarakat setempat, pertolongan tersebut juga menjadi bentuk nyata kehadiran berbagai unsur di kawasan ketika terjadi keadaan darurat.

Ke depan, IGIP akan terus memperkuat sistem tanggap darurat, meningkatkan kapasitas personel, melakukan simulasi secara berkala, serta memperkuat koordinasi dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan di wilayah operasional.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan operasional yang aman sekaligus memperkuat hubungan yang baik antara kawasan industri dan masyarakat di sekitarnya.***

Editor : Mugni Supardi
evakuasi warga kecelakaan laut perahu terbalik IGIP morowali