RADAR PALU — Saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Gorontalo Utara, ke 19 pada Minggu, 19 April 2026 yang lalu, dihadiri oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Bupati Gorontalo Utara Toriq Modanggu, Bupati Buol Risharyudi Triwibowo, Wakil Bupati (Wabup) Buol Moh. Nasir Dj Daimaroto, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga dan banyak lagi pejabat dari Provinsi dan Kabupaten Kota se Gorontalo.
Pada saat itu, kepada media ini Bupati Buol Risharyudi Triwibowo mengatakan adanya harapan Desa Umu, desa terpencil di Kabupaten Buol akan dibangun sebuah jalan akses masuk dari Gorontalo Utara, dan Sulawesi Tengah.
"Pada momen setelah makan siang dan masih duduk semeja, saya curhat kepada Bupati Gorut, bapak Toriq dan didengar langsung oleh Gubernur Gorontalo bapak Gusnar disaksikan Bupati Pohuwato bapak Saipul dan Wabup Buol bapak Nasir, " ujar Risharyudi, memulai pembicaraannya.
Baca Juga: Dihina di Medsos, Bupati Buol Melapor Pencemaran Nama Baiknya di Polda Sulteng
Curhat itu terkait jalan akses masuk ke Desa Umu yang rusak parah, jalan ini akses keluar masuk satu-satunya bagi warga Desa Umu Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang letak jalan ini ruas dan wilayahnya masuk ke Kabupaten Gorut, Provinsi Gorontalo.
"Pemerintah Kabupaten Buol tidak bisa memperbaiki atau aspal jalan ini karena bukan di wilayah Buol, pasti akan jadi temuan BPK dan kemungkinan bisa diprotes oleh Pemerintah Kabupaten bersama masyarakat Gorut. Sementara Pemkab Gorut mungkin mau memperbaiki dan mengaspal jalan ini. Tapi yang melewatinya setiap hari mayoritas warga Umu orang Buol, " kata Bowo, sapaan akrab Bupati Buol.
Menurutnya, kondisi dan posisi serba salah, ditambah lagi kondisi efisiensi anggaran kedua daerah kami Buol dan Gorut yang minim anggaran akan sangat sulit untuk melakukan perbaikan ataupun pengaspalan.
Baca Juga: Pemkab Buol Gelar Entri Meeting Evaluasi SPIP Terintegrasi
"Kami berharap dan bermohon semoga bapak Gubernur Gorontalo berkenan bisa mengalokasikan anggaran di perubahan tahun ini, atau di anggaran penetapan tahun depan guna melakukan peningkatan atau pengaspalan jalan Umu, " pintanya.
Harapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol mewakili masyarakat Desa Umu, disampaikan dengan harapan semoga impian hadirnya jalan yang di aspal bisa terwujud di perubahan anggaran Tahun 2026 ini atau semoga bisa diwujudkan selambat-lambatnnya di penetapan Anggaran Tahun 2027.
"Kami juga ingin merdeka dari infrastruktur. Warga kami sudah sangat menderita dengan kondisi jalan yang rusak, apalagi bila musim hujan. Jalanan yang sudah berlubang menjadi berbahaya karena licin dan tambah dolom depe lubang. Sudah sering terjadi kecelakaan tunggal, orang dan motor terjatuh karena slip, " ucap Kepala Desa (Kades) Umu, Ridwan Abu Bakar.
Baca Juga: Pemkab Buol Buka Kesempatan Pemuda Kuliah dan Kerja di Jepang
Bupati Bowo, juga mengatakan Pemkab Buol berupaya untuk mengalookasikan anggaran untuk peningaktan jalan akses masuk ke Desa Umu yang jaraknya sekita 5 Kilometer dari poros jalan provinsi.
Sebelumnya Pemkab juga sudah membuat jalan rintisan tembus dari Desa Molangato menuju Desa Umu, melalui pesisir pantai.
"Insya Allah Pemkab Buol akan mengalokasikan anggaran pada tahun 2027 untuk peningkatan atau pengaspalan jalan ruas lingkar dalam Desa Umu yang masuk wilayah Kabupaten Buol. Sebenarnya sudah ada jalan rintisan sekitar 7-8 kilometer dari Desa Molangato yang tembus ke Desa Umu melewati pesisir laut dan perbukitan. Andai saja tidak ada efisiensi anggaran, kemungkinan besar kami akan buat jalan ini menjadi akses utama dari dan ke Desa Umu melintasi wilayah Buol," ungkap Bupati.
Baca Juga: Bupati Buol Perjuangkan Anggaran Peremajaan Jaringan PDAM, Tingkatkan Layanan Air Bersih
Seperti diketahui, jalan ruas Desa Umu yang ada saat ini bukan sekadar badan jalan yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Bagi warga Desa Umu, jalan itu merupakan urat nadi yang menghubungkan mereka dengan pendidikan, kesehatan, ekonomi, pemerintahan dan dunia luar.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin