Pemilik Sanctum Una Una Resort Paparkan Kontribusi Sosial dan Standar Keselamatan di Togean

Talib • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:32 WIB

 

Didampingi kuasa hukumnya, Ito Lawputra, Rukly Chahyadi, dan Khasogi Hamonangan, Cedric menegaskan akan menghadapi proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. (Ist)
Didampingi kuasa hukumnya, Ito Lawputra, Rukly Chahyadi, dan Khasogi Hamonangan, Cedric menegaskan akan menghadapi proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. (Ist)

RADAR PALU – Pemilik Sanctum Una Una Eco Dive Resort di Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Cedric Lievre, memberikan klarifikasi atas berbagai pemberitaan yang menyoroti dirinya. 

Warga negara Prancis tersebut menyampaikan bahwa tudingan mengenai sikap arogan yang diarahkan kepadanya tidak mencerminkan kondisi operasional maupun kontribusi resort yang dikelolanya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah proses hukum yang sedang berjalan. Sebelumnya, Cedric dilaporkan ke Polda Sulawesi Tengah terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Baca Juga: Berpartisipasi dalam WTM London 2026, Pemkab Touna Promosikan Kepulauan Togean

 

Inilah Sanctum Una Una Eco Dive Resort di Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. (Ist)
Inilah Sanctum Una Una Eco Dive Resort di Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. (Ist)

Laporan tersebut diajukan oleh Umar, yang disebut sebagai salah satu pemilik atau pengelola Resort Pristine Paradise, yang berada tidak jauh dari lokasi Sanctum Una Una Resort.

Melalui kuasa hukumnya, Ito Lawputra, Rukly Chahyadi, dan Khasogi Hamonangan, Cedric menegaskan akan menghadapi proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. 

Di sisi lain, ia juga memaparkan sejumlah kontribusi sosial, ekonomi, dan lingkungan yang selama ini dijalankan oleh Sanctum Una Una Resort.

Baca Juga: Pengabdian Mahasiswa UGM di Kecamatan Togean, Kabupaten Tojo Unauna, Memberikan Kontribusi Positif

Salah satu bentuk pengakuan terhadap upaya tersebut, menurut pihak resort, adalah apresiasi yang diterima dari Kedutaan Besar Republik Ceko di Jakarta. 

Cedric menyebut dirinya diundang secara resmi oleh pihak kedutaan sebagai bentuk penghargaan atas aksi penyelamatan terhadap seorang warga negara Ceko yang mengalami keadaan darurat saat berada di kawasan Kepulauan Togean.

Pihak resort mengklaim timnya berhasil melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan pertama sehingga wisatawan tersebut dapat diselamatkan.

Baca Juga: Silaturahmi BRI Sulteng: Touring Motor Palu–Ampana hingga Eksplorasi Keindahan Kepulauan Togean

 Menurut manajemen, apresiasi itu dituangkan dalam surat resmi dari Kedutaan Besar Republik Ceko sebagai bentuk penghargaan atas profesionalisme tim penyelamat.

Di bidang ketenagakerjaan, manajemen Sanctum Una Una Resort menyatakan saat ini mempekerjakan 43 karyawan langsung. 

Dari jumlah tersebut, 42 orang merupakan warga negara Indonesia dan 36 di antaranya berasal dari Kepulauan Togean.

Baca Juga: BMKG: UV Ekstrem Ancam Wisata Sulteng, Togean dan Tanjung Karang Tertinggi

 Selain itu, terdapat delapan tenaga kerja tidak langsung yang berdomisili di Wakai, Ampana, Gorontalo, dan Manado.

Manajemen menyebut para pekerja memperoleh berbagai fasilitas, antara lain gaji yang dibayarkan sepanjang tahun, kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang ditanggung perusahaan, bantuan biaya kesehatan bagi keluarga, hingga pelatihan profesional, termasuk sertifikasi penyelaman rekreasi sampai tingkat Divemaster.

Selain membuka lapangan pekerjaan, pihak resort mengaku rutin memberikan dukungan kepada masyarakat sekitar melalui bantuan pemeliharaan masjid, dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan peringatan hari besar nasional, pembiayaan tanpa bunga bagi pelaku usaha lokal untuk armada kapal, serta penyediaan transportasi medis darurat secara cuma-cuma bagi warga yang membutuhkan.

Baca Juga: Warga Wakai Butuh Perhatian Pemerintah, Listrik Belum Menyala 24 Jam 

Dalam aspek keselamatan wisata, Sanctum Una Una Resort menyatakan menerapkan standar operasional berstandar Eropa.

 Seluruh armada kapal disebut telah dilengkapi peralatan pertolongan pertama, tabung oksigen darurat, dan jaket pelampung. 

Tim resort juga diklaim beberapa kali memberikan bantuan oksigen darurat kepada kapal maupun resort lain di kawasan Kepulauan Togean yang mengalami insiden.

Baca Juga: Bupati Touna Berkomitmen Menjadikan Togean Destinasi Kelas Dunia

Di sektor lingkungan, resort tersebut menyebut telah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas lebih dari 60 kilowatt sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi karbon.

 Selain itu, manajemen juga menjalankan program rehabilitasi terumbu karang bersama Ocean Quest serta kegiatan edukasi lingkungan di sejumlah sekolah di wilayah setempat.

Meski demikian, perkara hukum yang melibatkan Cedric Lievre masih berproses di kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat putusan pengadilan yang menyatakan adanya pelanggaran hukum oleh pihak-pihak yang bersengketa.***

 

Editor : Talib
Cedric Lievre Sanctum Una Una Resort Resort Togean Wisata Sulawesi Tengah kepulauan togean