Viral Truk Melintang di Jalan Amblas Watuawu Poso, Warga: Hampir Setiap Hari Terjadi

Muhammad Awaludin • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 08:16 WIB
Sebuah truk melintang di ruas Jalan Trans Sulawesi, Desa Watuawu, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, setelah gagal melintasi badan jalan yang amblas. Kondisi tersebut membuat kendaraan lain, terutama truk, tidak dapat melintas. (Istimewa)
Sebuah truk melintang di ruas Jalan Trans Sulawesi, Desa Watuawu, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, setelah gagal melintasi badan jalan yang amblas. Kondisi tersebut membuat kendaraan lain, terutama truk, tidak dapat melintas. (Istimewa)

 

RADAR PALU– Sebuah video pendek yang direkam warga memperlihatkan sebuah truk melintang di ruas Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Watuawu, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Truk tersebut gagal melintasi badan jalan yang amblas sehingga posisinya melintang dan menghambat arus lalu lintas.

Akibat posisi truk yang melintang, kendaraan lain, khususnya truk bertonase besar dari arah berlawanan maupun yang berada di belakangnya, tidak dapat melintas. Arus lalu lintas di lokasi pun tersendat hingga kendaraan tersebut berhasil dievakuasi.

Video yang beredar di media sosial itu kembali memantik kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi jalan nasional di kawasan tersebut.

Baca Juga: Komisi III DPRD Sulteng Turun ke PT CPM, Isu Pencemaran hingga Kontribusi PAD Jadi Sorotan

Dalam rekaman video, perekam menyebut kejadian kendaraan melintang akibat jalan amblas bukan lagi hal baru.

"Melintang lagi kendaraan. Setiap hari seperti ini," ucap warga yang merekam video.

Pernyataan itu menggambarkan kondisi di lokasi yang dinilai semakin membahayakan pengguna Jalan Trans Sulawesi. Selain mengganggu kelancaran arus kendaraan, kondisi jalan yang terus mengalami penurunan juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan memicu antrean kendaraan setiap kali truk gagal melintas.

Baca Juga: Tim SAR Gabungan Sisir Perkebunan dan Sungai Cari Warga Hilang di Nuhon

Sebelumnya, ruas Jalan Trans Sulawesi Tagolu-Tentena di Desa Watuawu dilaporkan mengalami amblas. Penyebab kerusakan jalan tersebut masih menjadi perdebatan di tengah masyarakat.

Sebagian warga menduga kerusakan dipicu proyek pembangunan turap atau tanggul penahan tanah yang tidak mampu menahan pergerakan tanah. Sementara warga lainnya menilai faktor utama berasal dari kondisi tanah yang memang labil akibat gerusan Sungai Poso.

"Kalau teknis menyangkut hasil pekerjaan kami tidak paham. Yang kami tahu, tanah di bawah jalan memang sudah berongga karena terus digerus air sungai," kata Fandy, warga Kecamatan Lage.

Pendapat serupa disampaikan Anton. Menurutnya, titik jalan yang amblas berada di tikungan aliran Sungai Poso yang selama ini dikenal rawan longsor.

Ia menjelaskan, setiap kali debit Sungai Poso meningkat saat hujan deras, gerusan air terus mengikis bagian bawah badan jalan hingga membentuk rongga.

"Air sungai yang terus menggerus tanah di sekitar jalan, terutama di daerah yang tanahnya labil dan tidak memiliki penahan yang cukup, bisa menyebabkan jalan amblas," ujarnya.

Baca Juga: Menimbang Usulan Dua Daerah Pemilihan DPR RI Sulawesi Tengah: Demi Keadilan Representasi Menuju Pemilu 2029

Diketahui, sebelum jalan amblas, di lokasi tersebut baru selesai dibangun proyek turap sebagai bagian dari pekerjaan preservasi jalan ruas Tumora–Poso Kota–Tagolu–Tentena–Taripa Tahun Anggaran 2023.

Proyek milik Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah yang dikerjakan PT TMJ itu memiliki nilai kontrak lebih dari Rp66 miliar.

Namun tidak lama setelah rampung, bangunan turap dilaporkan mengalami retak hingga patah bersamaan dengan amblasnya badan jalan.***

Editor : Muhammad Awaludin
Sumber : video warga
Jalan Amblas Poso Watuawu Kejari Poso Jalan Trans Sulawesi BPJN Sulteng