RADAR PALU - Angin puting beliung menerjang Dusun 7, Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Jumat (15/5/2026) malam. Cuaca ekstrem yang disertai hujan lebat itu mengakibatkan empat rumah warga mengalami kerusakan sedang.
Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah menyebut peristiwa terjadi sekitar pukul 22.00 WITA. Sementara laporan resmi diterima pada Sabtu (16/5/2026) pukul 10.30 WITA.
Dalam laporan yang ditandatangani Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, angin kencang menyebabkan bagian rumah warga rusak akibat terpaan cuaca ekstrem yang terjadi selama beberapa jam.
Baca Juga: Banjir Touna Rendam Jalur Trans Poso, Akses Sempat Terganggu
Empat kepala keluarga terdampak dalam kejadian tersebut, masing-masing keluarga Ridwan Kasim dengan tujuh jiwa, Rifaldi lima jiwa, serta keluarga Aco Tuni dan Abdulah.
Kronologi Puting Beliung di Tambarana
BPBD menjelaskan angin puting beliung muncul bersamaan dengan hujan deras yang melanda wilayah Poso Pesisir Utara pada Jumat malam. Kencangnya tiupan angin menyebabkan beberapa bagian rumah warga mengalami kerusakan.
Baca Juga: Wagub Sulteng Dorong Dokter Muda Ambil Spesialis
Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut. Aparat Desa Tambarana bersama tim terkait langsung melakukan peninjauan ke lokasi untuk mendata kerusakan dan kebutuhan warga terdampak.
“Akibat dari kencangnya tiupan angin tersebut mengakibatkan beberapa rumah warga di Dusun 7 Desa Tambarana mengalami kerusakan,” demikian isi laporan BPBD.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah juga melakukan assessment dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk langkah penanganan lanjutan.
Kebutuhan Mendesak dan Kondisi Terkini
BPBD mencatat kebutuhan mendesak saat ini berupa perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat puting beliung. Pemerintah desa disebut mulai melakukan langkah pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.
Dalam laporan situasi akhir, cuaca di wilayah Desa Tambarana telah kembali normal. Namun BPBD tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat hujan lebat disertai angin kencang terjadi pada malam hari.
Baca Juga: Jembatan Rusak Aceh Tengah Viral, Siswa Nyaris Terseret
Cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir memang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah. Kondisi itu meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, hingga angin puting beliung di kawasan permukiman warga.***
Editor : Muhammad Awaludin