Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Aksi Mayday Buruh di Morut, Jadikan Kantor Bupati sebagai Tempat Shalat Jumat

Ilham Nusi • Jumat, 1 Mei 2026 | 20:08 WIB
Aksi Mayday di Kabupaten Morowali Utara disela dengan shalat Jumat di di pelataran Kantor Bupati, Kolonodale, Jumat (1/5/2026). (FOTO: ILHAM NUSI/RADAR PALU)
Aksi Mayday di Kabupaten Morowali Utara disela dengan shalat Jumat di di pelataran Kantor Bupati, Kolonodale, Jumat (1/5/2026). (FOTO: ILHAM NUSI/RADAR PALU)

RADAR PALU – Ratusan buruh yang menggelar aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) melaksanakan shalat Jumat berjamaah di pelataran Kantor Bupati Morowali Utara (Morut), Kolonodale, Jumat (1/5/2026).

Para buruh itu tergabung dalam Aliansi Serikat Buruh yang terdiri dari empat serikat dan dari lima perusahaan di kabupaten tersebut.

Shalat Jumat tersebut dipimpin oleh Ustaz Herman Sugianto yang juga bertindak sebagai khatib. Ibadah berlangsung khusyuk di tengah rangkaian aksi damai yang mereka lakukan.

Baca Juga: Erwin Burase Harumkan Parigi Moutong, Tembus Desa Terpencil Bainaa Barat dan Pacu Percepatan Pembangunan

Dalam khutbahnya, dia mengajak jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta menegakkan nilai keadilan dalam kehidupan sosial, khususnya dalam relasi antara pekerja dan pemberi kerja.

Dia mengingatkan pentingnya menjaga ketakwaan sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 102, agar umat Islam senantiasa berada dalam keadaan muslim hingga akhir hayat.

Dalam konteks peringatan May Day, khatib menilai momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan waktu yang tepat untuk menyuarakan keadilan bagi kaum buruh yang selama ini menjadi penopang ekonomi, namun kerap menghadapi berbagai ketidakadilan.

Baca Juga: Fazzio Goes to School Sukses Digelar di SMAN 2 Balaesang

"Para buruh sering bekerja dalam kondisi tidak layak, bergaji rendah, dan minim perlindungan. Padahal, Islam sangat menjunjung tinggi keadilan dan melindungi kelompok lemah dari kezaliman," tegasnya.

Dia mengutip firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 90 yang memerintahkan umat manusia untuk berlaku adil dan berbuat kebajikan. 

Menurutnya, keadilan bukan sekadar anjuran, melainkan prinsip utama dalam ajaran Islam.

Baca Juga: Warga Palu Cek Faktanya: Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik atau Tidak?

Khatib juga menyoroti ketimpangan dalam relasi industrial, di mana pemilik modal kerap meraup keuntungan besar, sementara buruh hanya menerima upah minimum.

"Jika sistem kerja tidak adil, maka itu belum mencerminkan nilai-nilai Islam," katanya.

Selain itu, dia mengingatkan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Ibnu Majah, yakni berikanlah upah kepada pekerja sebelum keringatnya mengering. 

Hadis ini, menurut dia, menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hak-hak pekerja, tidak hanya dalam hal upah, tetapi juga perlindungan dan kesejahteraan.

Dia juga mengutip surat Al-Hadid ayat 25 yang menegaskan bahwa tujuan diutusnya para rasul adalah untuk menegakkan keadilan di tengah masyarakat.

"Hari Buruh harus menjadi pengingat bahwa kerja keras kaum buruh harus dibarengi dengan penghormatan atas hak dan martabat mereka. Jangan jadikan sabar dan syukur sebagai alasan untuk membungkam ketidakadilan," ujarnya.

Di akhir khutbah, khatib memimpin doa bersama untuk para buruh. Dia memohon kepada Allah SWT agar seluruh pekerja diberikan kesehatan, keselamatan, serta kesejahteraan yang layak.

"Ya Allah, berkahilah setiap usaha kami, jadikan setiap tetes keringat sebagai ibadah, dan ciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, serta harmonis," doanya.

Ustaz Herman Sugianto juga mendoakan agar hubungan antara pekerja dan pimpinan semakin harmonis, serta peringatan Hari Buruh menjadi momentum meningkatkan semangat kerja dan produktivitas demi kemajuan bangsa. (*)

Editor : Agung Sumandjaya
#Hari Buruh 2026 #mayday #buruh menuntu hak #Morut