RADARPALU – Angin puting beliung menerjang Desa Labasiano, Kecamatan Buko, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, Rabu (8/4/2026) dini hari.
Peristiwa ini menyebabkan sejumlah rumah warga dan bangunan usaha mengalami kerusakan.
Berdasarkan data TRC dan PUSDALOPS BPBD Kabupaten Banggai Kepulauan serta BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, kejadian terjadi sekitar pukul 01.15 WITA.
Baca Juga: Palu Tertibkan 23 Reklame, 9 Sudah Dibongkar
Angin kencang yang datang dari arah barat memicu terbentuknya puting beliung yang menghantam permukiman warga.
Sebanyak 6 kepala keluarga atau 22 jiwa terdampak dalam kejadian ini. Rinciannya, satu unit rumah dan satu unit usaha meubel mengalami kerusakan berat, sementara dua unit rumah lainnya rusak sedang.
Tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam peristiwa tersebut.
Baca Juga: Penataan Kampung Baru Palu Butuh Rp30 M, Mulai Bertahap
Sementara itu, BMKG melalui Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu menjelaskan bahwa fenomena cuaca ekstrem ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang cukup kompleks di wilayah Sulawesi Tengah.
BMKG mencatat adanya pengaruh gelombang Kelvin dan anomali positif suhu muka laut yang meningkatkan suplai uap air, sehingga mendorong pertumbuhan awan konvektif secara signifikan.
Selain itu, terdapat pola konvergensi di sebagian wilayah Sulawesi Tengah yang memperkuat potensi terbentuknya awan hujan disertai angin kencang.
Kombinasi faktor tersebut memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang, bahkan berpotensi menimbulkan puting beliung seperti yang terjadi di Banggai Kepulauan.
Sebelumnya, BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem melalui sistem MEWS pada 7 April 2026 pukul 23.30 WITA hingga 8 April 2026 pukul 02.30 WITA, yang mencakup wilayah Banggai Kepulauan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, terutama di wilayah rawan.
Baca Juga: Ketua HNSI Sulteng: Perusahaan Kapal Harus Bertanggung jawab atas Kecelakaan Laut
Masyarakat juga diminta aktif memantau informasi resmi BMKG melalui website, media sosial @cuacasulteng, aplikasi Info BMKG, maupun layanan call center 196.(*)
Editor : Mugni Supardi