RADAR PALU – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus menunjukkan komitmennya dalam percepatan penurunan angka stunting melalui pelaksanaan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang) Stunting tingkat kabupaten tahun 2026.
Kegiatan strategis tersebut digelar di Aula Lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong, Jumat (27/3/2026), sebagai bagian penting dalam menyusun arah kebijakan pembangunan yang berbasis pada kebutuhan riil masyarakat serta kondisi faktual di lapangan.
Pra Musrenbang Stunting ini dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD Kabupaten Parigi Moutong, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, instansi vertikal, tenaga kesehatan, akademisi, hingga mitra pembangunan dan pemangku kepentingan lainnya.
Kehadiran lintas sektor tersebut mencerminkan kuatnya komitmen bersama dalam menangani persoalan stunting secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Setda Parigi Moutong, Yusnaeni, yang hadir mewakili Bupati Parigi Moutong. Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, ditegaskan bahwa Pra Musrenbang Stunting memiliki peran krusial sebagai tahapan awal dalam merumuskan kebijakan dan program pembangunan yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Rombongan Habib Rotan Pimpin Ribuan Jemaah Menuju Haul Guru Tua 2026
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan holistik, integratif, dan berbasis data. Pra Musrenbang ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan program lintas sektor agar lebih efektif dan tepat sasaran,” ujar Yusnaeni saat membacakan sambutan Bupati.
Lebih lanjut disampaikan, hasil Pra Musrenbang diharapkan mampu melahirkan dokumen perencanaan yang komprehensif, yang memuat program prioritas percepatan penurunan stunting dari berbagai sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan layanan kesehatan dan gizi, penguatan ketahanan pangan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pendekatan berbasis analisis situasi daerah juga menjadi penekanan utama, sehingga setiap intervensi yang dirancang benar-benar mampu menjawab permasalahan spesifik di masing-masing wilayah, terutama pada desa dan kecamatan dengan prevalensi stunting yang masih tinggi.
Baca Juga: Warga Palu Panic Buying, Antrean BBM Jelang 1 April 2026 Meski Harga Dipastikan Tidak Naik
Selain menghasilkan dokumen perencanaan, kegiatan ini juga menghasilkan berita acara kesepakatan bersama sebagai bentuk komitmen seluruh pihak dalam pelaksanaan program penanganan stunting secara tematik di tingkat kabupaten.(*)
Editor : Agung Sumandjaya