Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

BMKG Ungkap Penyebab Banjir Buol, Hujan Lebat Masih Berpotensi Terjadi

Mugni Supardi • Kamis, 19 Maret 2026 | 08:44 WIB

Banjir yang melanda Desa Lakea II dan Desa Ngune, Kecamatan Lakea, Kabupaten Buol, Rabu (18/3/2026) malam.
Banjir yang melanda Desa Lakea II dan Desa Ngune, Kecamatan Lakea, Kabupaten Buol, Rabu (18/3/2026) malam.

RADAR PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab banjir yang melanda Desa Lakea II dan Desa Ngune, Kecamatan Lakea, Kabupaten Buol, Rabu (18/3/2026) malam.

Peristiwa banjir yang terjadi sekitar pukul 21.19 Wita tersebut dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah itu hingga menyebabkan Sungai Lakea meluap dan merendam permukiman warga.

Data sementara mencatat sekitar 500 kepala keluarga (KK) di Desa Lakea II terdampak, sementara jumlah warga terdampak di Desa Ngune masih dalam pendataan.

BMKG Stasiun Meteorologi Mutiara Sis-Al Jufri Palu menjelaskan, kondisi atmosfer saat itu sangat mendukung terbentuknya awan hujan intensitas sedang hingga lebat.

Berdasarkan analisis, suhu muka laut di perairan Sulawesi Tengah yang berkisar 29–31 derajat Celsius turut meningkatkan penguapan dan suplai uap air ke atmosfer.

Selain itu, terdapat pola belokan angin atau shearline di wilayah Sulawesi Tengah yang memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan, khususnya di Kabupaten Buol.

Kondisi udara yang lembap hingga lapisan atas atmosfer juga semakin memperkuat potensi terbentuknya awan hujan.

Dari pantauan citra satelit Himawari-9, terdeteksi pertumbuhan awan konvektif jenis Cumulonimbus sejak pagi hingga siang hari di wilayah Buol. Awan ini dikenal berpotensi menghasilkan hujan lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

BMKG juga mencatat curah hujan di wilayah Lakea mencapai 35 mm pada 19 Maret 2026 yang masuk kategori hujan sedang.

BMKG mengingatkan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi dalam 1 hingga 3 hari ke depan di wilayah Sulawesi Tengah.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan genangan, terutama di daerah rawan.(*)

Editor : Mugni Supardi
#hujan lebat Buol #awan cumulonimbus #BMKG Palu #cuaca ekstrem Sulteng #prakiraan cuaca Sulawesi Tengah #banjir Buol