RADAR PALU – Suasana diwilayah Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (29/11) malam mendadak gempar setelah insiden tragis menimpa seorang anak berusia 13 tahun yang dilaporkan tersengat listrik di dalam wahana rumah hantu.
Kejadian yang berlangsung pada sebuah kegiatan hiburan rakyat itu memicu kemarahan warga hingga berujung pada pembakaran wahana tersebut oleh masyarakat yang tersulut emosi.
Informasi awal peristiwa ini mencuat setelah seorang warga bernama Darmawati membagikan ungkapan duka dan kesedihan di akun Facebook miliknya.
Dalam unggahan itu, ia menuliskan kalimat pilu yang menggambarkan firasat buruk sebelum insiden terjadi. “Pantas tidam ada betul hati mo pigi biar menangis anakku, ternyata mo kacau,” tulisnya, yang kemudian ramai dibagikan warganet.
Menurut kesaksian warga setempat, korban diduga tersengat listrik ketika berada di dalam wahana rumah hantu yang dipenuhi instalasi kabel untuk efek khusus.
Warga yang panik langsung berusaha mengevakuasi korban dan membawanya ke Puskesmas terdekat. Namun, nyawa korban tidak tertolong.
Tak lama setelah kejadian, suasana berubah semakin tegang. Massa yang marah karena kelalaian pengelola diduga langsung membakar wahana rumah hantu tersebut hingga habis dilalap api. Video dan foto kobaran api pun menyebar di media sosial dan memicu beragam reaksi.
Editor : Wahono.