Radar Sulteng - Puluhan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Sekretariat PPS dari 173 desa di Kabupaten Sigi melakukan aksi protes di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sigi, Senin (19/5).
Mereka menuntut agar honorarium bulan Januari 2025 segera dibayarkan. Jika tidak, mereka mengancam akan menyegel kantor KPU Sigi sebagai bentuk aksi lanjutan.
Koordinator lapangan aksi, Faturahman, menyampaikan bahwa para anggota PPS dan sekretariat sudah lama menunggu pembayaran honor yang menjadi hak mereka.
Baca Juga: Perempuan 21 Tahun Ditemukan Tewas di Kamar Kos Palu, Terduga Pelaku Ternyata Keluarga Sendiri
“Kami sudah bekerja keras membantu kelancaran tahapan pemilu dan pemilihan, tapi honor kami belum juga cair,” ujarnya. “Kami beri tenggat waktu satu minggu kepada KPU Sigi untuk menyelesaikan masalah ini. Jika tidak ada kejelasan, kami akan mengambil langkah tegas termasuk menyegel kantor.”
Aksi yang berlangsung di Jalan Poros Palu-Kulawi ini diikuti oleh perwakilan PPS dari seluruh 173 desa di Kabupaten Sigi. Mereka membawa spanduk dan poster berisi tuntutan pembayaran honor. Warga dan pengendara yang melintas juga terlihat memberi perhatian terhadap aksi tersebut.
Sementara itu, pihak KPU Sigi hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan resmi terkait ancaman penyegelan dan tuntutan pembayaran honor tersebut.
Baca Juga: Buaya Muara Raksasa Dilepaskan Kembali ke Danau Talaga Setelah Jalani Ritual Adat di Donggala
Kasus keterlambatan pembayaran honor anggota PPS bukan pertama kali terjadi di beberapa daerah. Keluhan ini menjadi sorotan karena dapat mempengaruhi semangat kerja dan integritas penyelenggara pemilu di tingkat desa.
Dinas terkait dan pihak pemerintah daerah diharapkan segera memediasi dan mencari solusi agar persoalan ini cepat selesai demi kelancaran pelaksanaan pemilu dan menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggara.***
Editor : Royan Dwi Prayuda