Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Buaya Muara Raksasa Dilepaskan Kembali ke Danau Talaga Setelah Jalani Ritual Adat di Donggala

Royan Dwi Prayuda • Rabu, 21 Mei 2025 | 18:42 WIB

 

Radar Sulteng - Seekor buaya muara (Croc

Ketua Adat dan Masyarakat Desa Talaga Melepas Kembali Buaya Berukuran 440 cm
Ketua Adat dan Masyarakat Desa Talaga Melepas Kembali Buaya Berukuran 440 cm
odylus porosus) berukuran jumbo yang sempat ditangkap warga Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, akhirnya dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya di Danau Talaga pada Rabu, 5 Februari 2025.

Proses pelepasliaran ini menjadi sorotan karena melibatkan ritual adat dan kolaborasi antara masyarakat lokal dengan berbagai pihak konservasi.

Buaya betina tersebut memiliki panjang tubuh mencapai 440 centimeter dan lebar sekitar 90 centimeter, menjadikannya salah satu buaya terbesar yang pernah ditemukan di wilayah tersebut.

Baca Juga: Wagub Sulteng Tinjau Kesiapan Gedung Radioterapi RSUD Undata Jelang Peresmian

Penangkapan dilakukan pada Jumat, 31 Januari 2025, setelah warga menemukan buaya tersebut dengan mata pancing ikan sidat tersangkut di dalam kerongkongannya. Beruntung, alat pancing itu berhasil dikeluarkan oleh tim ahli tanpa menimbulkan luka serius pada satwa dilindungi itu.

Pelepasliaran dilakukan oleh Tim Resor Sojol Seksi Konservasi Wilayah I Pangi BKSDA Sulawesi Tengah, bekerja sama dengan Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar, Dewan Adat Talaga, serta pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Sebelum dilepaskan, buaya ini terlebih dahulu menjalani prosesi ritual adat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya lokal dan kearifan leluhur dalam menjaga keseimbangan alam.

Baca Juga: Semangat Harkitnas ke-117 di Sulteng: Bangkit Bersama Jawab Tantangan Zaman

"Kami sepakat mengembalikan buaya ini ke Danau Talaga karena ia adalah bagian dari ekosistem yang harus dijaga. Keputusan ini juga merupakan hasil musyawarah antara tokoh adat dan pemerintah desa," ungkap salah satu perwakilan Dewan Adat Talaga.

Buaya muara merupakan predator puncak yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan perairan.

Di sisi lain, meningkatnya interaksi antara manusia dan satwa liar seperti buaya menjadi tantangan tersendiri bagi pelestarian alam di kawasan Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat dan langkah-langkah mitigasi konflik satwa terus digencarkan oleh pihak BKSDA.

Baca Juga: Audiens Bersama Wali Kota Palu, DPP APINDO Sulteng Dorong Investasi Hulu ke Hilir

Kisah pelepasliaran buaya ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat lokal, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi harmonis antara konservasi modern dan kearifan lokal dalam menjaga kelestarian satwa liar Indonesia.***

Editor : Royan Dwi Prayuda
#buaya muara #danau #ritual adat #donggala