KADIN–PW ISNU Sulteng Dorong Pesantren Naik Kelas Lewat UMKM

Rony Sandhi • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 09:44 WIB
KADIN Sulteng dan PW ISNU Sulteng Pertemuan usai membahas penguatan ekonomi pesantren. (Istimewa)
KADIN Sulteng dan PW ISNU Sulteng Pertemuan usai membahas penguatan ekonomi pesantren. (Istimewa)

RADAR PALU – Penguatan ekonomi pesantren melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi perhatian Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Tengah bersama Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Sulteng.

Hal itu dibahas dalam pertemuan Ketua KADIN Sulteng Gufron Ahmad dan Ketua PW ISNU Sulteng Sahran Raden di Kantor KADIN Sulteng, Selasa (22/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas potensi pesantren sebagai salah satu basis pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama melalui penguatan kewirausahaan santri dan pengembangan produk UMKM pesantren.

Baca Juga: Rakhmat Renaldy Dorong Legalitas Usaha Bersama Kadin Sulteng

Sahran Raden mengatakan, pesantren memiliki modal sosial yang kuat karena didukung jaringan santri, alumni dan masyarakat yang dapat menjadi basis produksi, distribusi sekaligus pasar.

“Pesantren harus kita dorong tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi. Santri harus memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai ekonomi, membuka lapangan kerja dan membangun kemandirian,” ujar Sahran.

Menurut dia, pengembangan UMKM pesantren tidak cukup hanya melalui bantuan modal. Dibutuhkan ekosistem yang mencakup pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, legalitas, sertifikasi, kemasan, branding, pemasaran digital, akses pembiayaan hingga perluasan pasar.

Baca Juga: Dari KADIN ke DPRD, Legacy Arus Abdul Karim Tetap Bersinar, Anindya Bakrie Serahkan Penghargaan

Produk pesantren, kata Sahran, harus mampu memenuhi standar sehingga tidak hanya dikonsumsi komunitas pesantren, tetapi juga dapat menembus pasar lokal, nasional bahkan memiliki peluang ke pasar global.

Sementara itu, Gufron Ahmad menyambut positif gagasan tersebut. Menurutnya, dunia usaha memiliki kepentingan membangun jejaring dengan pesantren yang memiliki potensi sumber daya manusia dan basis komunitas besar.

“KADIN dapat menjadi jembatan untuk mempertemukan potensi usaha pesantren dengan dunia usaha. Yang kita bangun bukan sekadar kegiatan jual beli, tetapi ekosistem agar produk pesantren dapat berkembang secara berkelanjutan,” kata Gufron.

Baca Juga: Anwar Hafid dan Kadin Sulteng Siapkan Forum Investasi Internasional Gaet Investor Asing

Pengembangan UMKM pesantren, lanjutnya, dapat dilakukan melalui peningkatan kapasitas kewirausahaan, penguatan manajemen usaha, kemitraan, akses pasar dan pemanfaatan teknologi digital.

Pertemuan itu juga menyoroti pentingnya perubahan paradigma terhadap posisi santri dalam pembangunan ekonomi. Santri tidak hanya didorong menjadi konsumen, tetapi juga pelaku ekonomi.

PW ISNU Sulteng mendorong lahirnya santri entrepreneur melalui penguatan kompetensi kewirausahaan dan literasi digital.

Baca Juga: Sempat Disorot, LPJ Pengurus Kadin Sulteng Akhirnya Diterima Peserta Muprov

Gagasan tersebut akan dikembangkan melalui Santri Future Festival 2026 yang dijadwalkan berlangsung 22–25 Oktober 2026 di Palu.

Festival tersebut akan menghadirkan sejumlah agenda, di antaranya Santri Think berupa dialog pemberdayaan pesantren, Santri Digital, Santri Entrepreneur, Ekspo Produk UMKM Pesantren, Debat Kitab Kuning serta Debat Fiqh/Bahtsul Masail.

Khusus Ekspo Produk UMKM Pesantren, kegiatan itu akan menjadi ruang untuk memperkenalkan produk pesantren kepada masyarakat, dunia usaha dan jejaring potensial.

Baca Juga: Musprov KADIN Sulteng Berlangsung Ramai, Peserta hingga Tamu Undangan Tak Kebagian Tempat

Sahran menegaskan, festival tersebut tidak diarahkan sebatas kegiatan seremonial. Setelah pemetaan potensi ekonomi pesantren, diharapkan ada tindak lanjut berupa pendampingan, inkubasi usaha, akses pasar dan kemitraan.

“Festival ini adalah momentum untuk memetakan potensi ekonomi pesantren. Setelah itu harus ada tindak lanjut berupa pendampingan, inkubasi usaha, akses pasar dan kemitraan. Jadi kita tidak berhenti pada expo, tetapi membangun ekosistem,” jelasnya.

PW ISNU Sulteng juga membuka peluang kolaborasi dengan KADIN, pemerintah daerah, perbankan, perguruan tinggi, dunia usaha dan komunitas ekonomi kreatif.

Baca Juga: Musprov KADIN Sulteng Berlangsung Ramai, Peserta hingga Tamu Undangan Tak Kebagian Tempat

Kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan model pengembangan ekonomi pesantren yang sesuai dengan karakteristik Sulawesi Tengah.

Sahran mengatakan, pesantren ke depan diharapkan mampu mengembangkan unit usaha produktif secara profesional dengan melibatkan santri dalam proses pembelajaran kewirausahaan.

“Santri masa depan harus mampu membaca kitab sekaligus membaca perubahan zaman. Menguasai ilmu agama, teknologi dan kewirausahaan. Dari pesantren kita ingin lahir generasi yang berilmu, berdaya dan berkarya,” pungkasnya.***

Editor : Rony Sandhi
KADIN Sulteng PW ISNU Sulteng UMKM Pesantren Santri Entrepreneur Santri Future Festival 2026