Terbakar Karhutla, Siswa SMA 1 Pamona Selatan Belajar di Kelas Darurat

Rony Sandhi • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 14:20 WIB
TURUN LANGSUNG : Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah meninjau langsung SMA Negeri 1 Pamona Selatan di Pendolo, Kabupaten Poso yang terbakar.(Dokumentasi Dinas Pendidikan Sulteng)
TURUN LANGSUNG : Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah meninjau langsung SMA Negeri 1 Pamona Selatan di Pendolo, Kabupaten Poso yang terbakar.(Dokumentasi Dinas Pendidikan Sulteng)

RADAR PALU – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Pendolo, Kabupaten Poso, berdampak pada sejumlah ruang belajar SMA Negeri 1 Pamona Selatan. Kondisi tersebut membuat proses pembelajaran sementara dilakukan dengan memanfaatkan ruangan lain sebagai kelas darurat.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan, tim Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng telah bergerak menangani dampak kebakaran tersebut. Peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berlangsung.

“Tim dari Dinas Pendidikan Sulteng sudah berada di SMAN 1 Pamona Selatan untuk melakukan koordinasi dengan pihak sekolah dan memastikan untuk dilakukan proses belajar mengajar,” kata Anwar saat dihubungi Radar Palu Jawa Pos, Rabu (16/9/2026).

Baca Juga: Api Karhutla Pendolo Mengarah ke Bangun Jaya, Warga dan Tim Gabungan Siaga

Menurut Anwar, kondisi sekolah yang terdampak kebakaran juga telah dilaporkan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Kami sudah melaporkan Kemendikdasmen dan sudah direspons dengan akan menganggarkan untuk perbaikan gedung ruang belajar SMAN 1 Pamona Selatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulteng Drs. H. Firmanza DP, SH., M.Si., mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi atas instruksi gubernur. Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas pendidikan tidak terhenti meski sejumlah fasilitas sekolah terdampak kebakaran.

Baca Juga: BRI Unit Pendolo Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla Poso

“Atas instruksi Bapak Gubernur, kami turun dan mengecek langsung lokasi untuk memastikan proses belajar mengajar bisa segera terfungsikan,” ujar Firmanza.

Dari hasil penanganan di lapangan, Disdik Sulteng bersama pihak sekolah memanfaatkan enam ruangan yang masih dapat digunakan sebagai ruang kelas sementara.

Laboratorium Biologi digunakan untuk kelas X A, ruang PMR untuk kelas X B, ruang Pramuka untuk kelas X C, perpustakaan untuk kelas X D, ruang Seni untuk kelas XI A, serta Laboratorium Fisika untuk kelas XI B.

Baca Juga: Api Karhutla Pendolo Mengarah ke Bangun Jaya, Warga dan Tim Gabungan Siaga

“Pasca kebakaran hari Minggu lalu, hari ini kegiatan belajar mengajar sudah normal kembali. Kami mengalihfungsikan enam ruangan yang ada,” jelasnya.

Selain penanganan sementara, Disdik Sulteng juga melakukan koordinasi dengan Kemendikdasmen untuk pemulihan fasilitas sekolah yang terdampak.

Firmanza menyebut proses verifikasi dan validasi kondisi sekolah telah dilakukan Kemendikdasmen pada Senin melalui pertemuan daring.

Baca Juga: Angin Kencang Hambat Pemadaman Karhutla di Pendolo Poso, Api Belum Padam dan Warga Makin Khawatir

“Saya juga sudah koordinasi dengan Kemendikdasmen dan kemarin sudah verifikasi dan validasi melalui Zoom dengan mereka,” katanya.

Hasil verifikasi tersebut selanjutnya menjadi bagian dari proses pemerintah untuk mengupayakan pembangunan kembali fasilitas sekolah yang rusak akibat kebakaran.

“Iya, hari Senin kemarin sudah diverifikasi oleh Kemendikdasmen dan segera akan diupayakan pembangunan,” tegas Firmanza.

Baca Juga: Angin Kencang Hambat Pemadaman Karhutla di Pendolo Poso, Api Belum Padam dan Warga Makin Khawatir

Ia menegaskan, kondisi darurat pascakebakaran tidak boleh menghentikan proses pendidikan. Pemanfaatan enam ruangan menjadi kelas sementara dilakukan agar siswa tetap mendapatkan pembelajaran sembari menunggu pemulihan fasilitas sekolah.

“Hari kedua pascamusibah kebakaran kami hadir dengan semangat. Mohon dukungan doa, semoga kami terus kuat, diberi kesehatan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab,” tuturnya.

Dengan penanganan sementara tersebut, KBM di SMA Negeri 1 Pamona Selatan tetap berjalan. Di sisi lain, pemerintah mulai menyiapkan proses pemulihan fasilitas sekolah yang terdampak kebakaran.***

 

 

 

Editor : Rony Sandhi
SMA Negeri 1 Pamona Selatan Karhutla Poso Anwar Hafid Pendidikan Sulteng Kemendikdasmen