Hasil RUPS LB Bank Sulteng, Koperasi Karyawan Resmi Jadi Pemegang Saham

Agung Sumandjaya • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:46 WIB
SUASANA RUPS LB: Suasana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah (Bank Sulteng) di Palu, Kamis (13/8/2026). FOTO: IST
SUASANA RUPS LB: Suasana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah (Bank Sulteng) di Palu, Rabu (12/8/2026). FOTO: IST

RADAR PALU – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah (Bank Sulteng) menetapkan sejumlah keputusan strategis melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang digelar di Palu, Rabu (12/8/2026).

Salah satu keputusan penting dalam RUPS LB tersebut adalah masuknya Koperasi Karyawan Bank Sulteng sebagai salah satu pemegang saham perseroan.

Humas Bank Sulteng, Erwanda Nurul M, mengatakan, perubahan komposisi saham tersebut merupakan bagian dari keputusan RUPS LB yang telah disepakati para pemegang saham.

Baca Juga: BPKP Minta Program Pemkab Morut Lebih Efektif dan Berdampak

"Berdasarkan komposisi terbaru, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tetap menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 30,04 persen. Sementara PT Mega Corpora memiliki 26 persen saham," sebut Erwanda dalam keterangan tertulisnya Kamis (14/8/2026).

Sejumlah pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah juga tercatat sebagai pemegang saham. Kabupaten Tolitoli memiliki 4,92 persen, Parigi Moutong 4,49 persen, Morowali 4,31 persen, Banggai 4,30 persen, dan Banggai Kepulauan 3,80 persen.

Kemudian Kabupaten Tojo Una-Una memiliki 3,42 persen, Donggala 3,15 persen, Morowali Utara 3,12 persen, Poso 3,10 persen, Buol 2,68 persen, Banggai Laut 2,62 persen, Kota Palu 2,27 persen, dan Kabupaten Sigi 1,20 persen.

Baca Juga: Pembangunan Pasar Tradisional Manonda 2 Masuk Tahap Lelang, Ditarget Rampung Desember 2026

Sedangkan Koperasi Karyawan Bank Sulteng memiliki 0,57 persen saham. Total komposisi kepemilikan saham mencapai 100 persen. 

Masuknya koperasi karyawan menjadi pemegang saham menjadi perubahan penting dalam struktur kepemilikan Bank Sulteng. Kehadiran koperasi juga mencerminkan partisipasi unsur internal perusahaan dalam kepemilikan saham perseroan. 

Selain perubahan komposisi pemegang saham, RUPS LB menyetujui pembelian tanah seluas 8.026 meter persegi di Jalan Soekarno Hatta, Kota Palu. Lahan tersebut diperuntukkan bagi pembangunan Kantor Pusat Bank Sulteng. 

Baca Juga: Penerjemah Kuatkan Komunikasi Antarbudaya, Ciptakan Kerja Produktif dan Kolaboratif di IMIP

RUPS LB juga menyetujui penyesuaian periode masa jabatan pengurus berdasarkan ketentuan POJK Nomor 17 Tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum. 

Untuk jajaran komisaris, RUPS menyetujui pengangkatan kembali Nolvy Kilanta sebagai calon Komisaris Independen.

Sementara di jajaran direksi, RUPS menyetujui pengangkatan kembali Firmansyah Azis sebagai calon Direktur Bisnis dan Isdar E Burhanuddin sebagai calon Direktur Operasional.

Selain itu, ditetapkan dua calon pengurus baru, yakni Muh. Abduh Bundung sebagai calon Direktur Operasional dan Moh. Taslim sebagai calon Direktur Bisnis. Penetapan calon pengurus dilakukan sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku. 

Melalui keputusan tersebut, Bank Sulteng berharap penguatan struktur kepemilikan dan kelembagaan dapat mendukung peningkatan kinerja perseroan.

Bank Sulteng juga berkomitmen meningkatkan kualitas layanan, memperkuat fungsi intermediasi, menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, serta memberikan kontribusi lebih optimal terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Sulawesi Tengah. (*)

Editor : Agung Sumandjaya
RUPS LB Bank Sulteng Bank Sulteng 2026 perbankan sulawesi tengah Bank Sulteng