PT IMIP Perkuat Komitmen Dekarbonisasi, Tanam Mangrove Serentak di Hari Mangrove Sedunia

Rony Sandhi • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 20:28 WIB
PT IMIP mendukung agenda nasional dekarbonisasi dan pembangunan berkelanjutan melalui partisipasi pada peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026.(Dokumentasi PT IMIP)
PT IMIP mendukung agenda nasional dekarbonisasi dan pembangunan berkelanjutan melalui partisipasi pada peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026.(Dokumentasi PT IMIP)

RADAR PALU – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda nasional dekarbonisasi dan pembangunan berkelanjutan melalui partisipasi pada peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026. Momentum yang diperingati setiap 26 Juli tersebut menjadi pengingat penting bahwa perlindungan ekosistem pesisir merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya menghadapi perubahan iklim sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan kelestarian lingkungan.

Dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), PT IMIP turut mendukung aksi penanaman serentak lebih dari satu juta bibit mangrove di 162 titik yang tersebar di 37 provinsi. Gerakan nasional ini ditandai aksi penanaman serentak 15.000 bibit mangrove di Kawasan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang dan Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Minggu (26/07/2026). 

Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah jajaran perwakilan kementerian, antara lain Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan, juga pemerintah daerah, komunitas, dan pelajar. Sebagai kolaborasi memperkuat perlindungan kawasan pesisir Indonesia, turut berpartisipasi 100 generasi muda pelestari hutan.

Baca Juga: IMIP Perkuat Sinergi dengan Perguruan Tinggi Lewat Program Praktisi Mengajar 

Bagi PT IMIP, keterlibatan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), sekaligus mendukung pencapaian target dekarbonisasi nasional. Sejak 2023, perusahaan di kawasan industri IMIP konsisten menjalankan beragam program rehabilitasi mangrove di sejumlah wilayah pesisir.

Dekarbonisasi dan Pembangunan Berkelanjutan 

Direktur Environmental and Sustainability PT IMIP, Dermawati S., mengatakan bahwa keterlibatan perusahaan dalam rehabilitasi mangrove merupakan implementasi nyata dari komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan.

“Sustainable dan development merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Selain memanfaatkan sumber daya alam secara bertanggung jawab untuk mendukung pembangunan ekonomi, kami juga memiliki tanggung jawab moral untuk melakukan pemulihan dan konservasi lingkungan. Penanaman mangrove menjadi salah satu langkah nyata yang mendukung upaya dekarbonisasi karena kemampuannya menyerap karbon sekaligus menjaga kualitas ekosistem pesisir,” ujarnya di lokasi acara.

Selain mendukung kegiatan nasional, PT IMIP juga melaksanakan kegiatan rehabilitasi mangrove di sejumlah daerah. Pada 2025, PT IMIP berpartisipasi dalam rehabilitasi kawasan mangrove di Pantai Utara Jawa bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan. Program serupa juga dijalankan di wilayah Palu, Sulawesi Tengah, serta kawasan Brebes, Jawa Tengah, untuk perlindungan tata ruang agar keberlanjutan ekosistemnya dapat terjaga.

Baca Juga: IMIP Percepat Transformasi Hijau Lewat ESG dan Energi Rendah Karbon 

Di Kabupaten Morowali, PT IMIP terus mengembangkan program konservasi mangrove melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bersama tenant kawasan dan masyarakat di desa-desa lingkar industri di Kecamatan Bahodopi. Ke depan, perusahaan juga merencanakan perluasan rehabilitasi ke kawasan pesisir di luar Bahodopi, termasuk Kecamatan Bungku Pesisir, sebagai bagian upaya memperluas manfaat ekologis di wilayah pesisir Morowali.

Program konservasi tersebut berjalan mengacu Road Map Dekarbonisasi PT IMIP. Dokumen ini memandu upaya pengurangan emisi karbon melalui berbagai inisiatif lingkungan yang dapat dipertanggungjawabkan serta diverifikasi sesuai ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup. Penanaman mangrove menjadi salah satu komponen penting dalam implementasi peta jalan tersebut karena berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas serapan karbon alami (blue carbon) dan pemulihan kualitas lingkungan pesisir.

Selain rehabilitasi mangrove, PT IMIP juga menjalankan berbagai program konservasi lain, seperti rehabilitasi terumbu karang, penyelamatan satwa pesisir, serta perlindungan penyu. Secara terpisah, pada hari yang sama (Minggu, 26/07/2026), dilaksanakan pula penanaman 2.026 bibit mangrove di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi melalui program CSR kawasan IMIP yang melibatkan Departemen Environmental and Sustainability, Yayasan IMIP Peduli, sejumlah tenant, satuan TNI AL Morowali, Pemerintah Desa Fatufia, Kelompok Budidaya Mangrove Kurisa Menanam, serta warga Fatufia. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung keberlanjutan dan restorasi ekosistem pesisir.

Baca Juga: Tenaga Kerja IMIP Tembus 97 Ribu, Dorong Pertumbuhan Lapangan Kerja Formal di Sulteng 

Ke depan, PT IMIP meyakini bahwa keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlangsungannya. Maka, perusahaan akan memperkuat kolaborasi bersama pemerintah, kelompok masyarakat, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mengembangkan program edukasi, riset, dan pemberdayaan ekonomi berbasis ekosistem mangrove. Melalui kemitraan tersebut, PT IMIP berharap konservasi mangrove dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.***

Editor : Rony Sandhi
Hari Mangrove Sedunia 2026 Dekarbonisasi Konservasi Mangrove morowali PT IMIP