Festival Danau Lindu 2026 Pecahkan Rekor, 42 Ribu Pengunjung Dongkrak Ekonomi hingga Rp2 Miliar

Rony Sandhi • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 19:58 WIB
MERIAH : Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, wakil Bupati Sigi Samuel Pongi ikut meramaikan FDL 2026 bersama masyarakat.(Dokumentasi Humas Pemkab Sigi)
MERIAH : Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, wakil Bupati Sigi Samuel Pongi ikut meramaikan FDL 2026 bersama masyarakat.(Dokumentasi Humas Pemkab Sigi)

RADAR PALU Festival Danau Lindu (FDL) 2026 mencatat sejarah baru. Selama tiga hari pelaksanaan, festival budaya dan wisata andalan Kabupaten Sigi ini berhasil menarik sekitar 42 ribu pengunjung dengan estimasi perputaran ekonomi mencapai Rp2 miliar, menjadikannya penyelenggaraan terbesar sejak festival tersebut digelar.

Capaian tersebut disampaikan Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, saat menutup Festival Danau Lindu 2026 di kawasan Danau Lindu, Sabtu malam (25/7/2026).

Berdasarkan pendataan panitia hingga pukul 18.00 Wita, jumlah pengunjung telah mencapai sekitar 42 ribu orang. Angka itu diperkirakan masih bertambah hingga acara penutupan usai, seiring membludaknya masyarakat yang datang menyaksikan penampilan artis nasional Enau.

Baca Juga: Festival Danau Lindu 2026 Dibuka, Pemkab Sigi Bidik Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

"Perputaran uang selama tiga hari hingga sore tadi tercatat sekitar Rp1,72 miliar. Malam ini saya yakin angkanya masih terus bertambah dan minimal dapat mencapai Rp2 miliar," ujar Rizal di hadapan ribuan pengunjung.

Menurutnya, nilai transaksi ekonomi tersebut meningkat sekitar 54 persen dibandingkan pelaksanaan Festival Danau Lindu pada tahun-tahun sebelumnya. Kenaikan itu menjadi bukti bahwa festival tidak hanya menjadi ruang hiburan dan promosi budaya, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

Pelaku UMKM, pedagang kuliner, penyedia jasa transportasi, penginapan hingga sektor ekonomi kreatif merasakan langsung dampak meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan Danau Lindu selama festival berlangsung.

Baca Juga: Kemenkum Sulteng Serahkan Sertifikat KIK Kopi Robusta Lindu Sigi

Rizal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sigi, Dewan Kesenian Sigi, panitia pelaksana, pemerintah kecamatan dan desa, aparat keamanan, hingga masyarakat Lindu.

Ia menegaskan Festival Danau Lindu kini tidak lagi diposisikan sebagai agenda hiburan semata, melainkan menjadi instrumen pembangunan daerah yang mengintegrasikan sektor pariwisata, pelestarian lingkungan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan budaya lokal.

Salah satu langkah strategis yang lahir selama festival adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Sigi dan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada mengenai pengembangan perdagangan karbon.

Baca Juga: Bupati Rizal Buka Festival Danau Lindu 2026, Dorong Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Alam dan Budaya

Kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari seminar yang menghadirkan akademisi dan Kementerian Kehutanan. Dari forum itu muncul rekomendasi agar Kabupaten Sigi segera menyusun proposal pengelolaan karbon berbasis kawasan hutan di sekitar Taman Nasional Lore Lindu.

"Kita tidak hanya menjaga hutan ini, tetapi masyarakat Lindu juga harus mendapatkan manfaat ekonomi dari upaya menjaga kelestarian hutan tersebut," tegas Rizal.

Di bidang kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Sigi juga memperkuat komitmennya melestarikan Tari Rego sebagai identitas budaya daerah. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkaya atraksi wisata sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat.

 

Meski menuai kesuksesan, Rizal mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, terutama peningkatan sarana pendukung pariwisata dan akses menuju Danau Lindu.

Pemerintah Kabupaten Sigi berharap dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, termasuk penyediaan kapal wisata dan pembukaan jalur alternatif guna mengurangi kemacetan saat festival berlangsung.

Malam penutupan semakin semarak dengan penampilan penyanyi nasional Enau yang sukses menghibur ribuan pengunjung. Penyanyi bernama lengkap Putra Permana itu membawakan sejumlah lagu populer seperti Negara Lucu, Bersamaku Akan Sedikit Susah, 87, Sudah Tahu Tuhan Kita Berbeda, hingga menutup penampilannya dengan lagu Potret yang disambut meriah para penonton.

Menutup sambutannya, Rizal menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama penyelenggaraan festival dan mengajak masyarakat terus memberikan kritik serta masukan sebagai bahan evaluasi.

Dengan capaian sekitar 42 ribu pengunjung dan proyeksi perputaran ekonomi mencapai Rp2 miliar, Festival Danau Lindu 2026 dinilai berhasil memperkuat posisi Danau Lindu sebagai destinasi unggulan Sulawesi Tengah. Festival ini tidak hanya menjadi etalase promosi wisata dan budaya, tetapi juga membuktikan bahwa pelestarian alam dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat.(*) 

Editor : Rony Sandhi
Festival Danau Lindu 2026 danau lindu kabupaten sigi Pariwisata Sulawesi Tengah