Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Yakesma Sulteng Salurkan Bantuan dan Lakukan Asesmen Awal di Kamarora Pasca Gempa

Nur Soima Ulfa • Kamis, 18 Juni 2026 | 13:10 WIB
CEPAT TANGGAP: Kepala cabang sekaligus relawan Yakesma Sulteng, Harris Anwar (kiri) saat menyerakan bantua kepada warga di Desa Kamarora, Kecamatan Nokolalaki, Kabupaten Sigi pada Rabu (17/6/2026)
CEPAT TANGGAP: Kepala cabang sekaligus relawan Yakesma Sulteng, Harris Anwar (kiri) saat menyerakan bantua kepada warga di Desa Kamarora, Kecamatan Nokolalaki, Kabupaten Sigi pada Rabu (17/6/2026)

RADAR PALU– Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma) Sulawesi Tengah bergerak cepat merespons gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sigi. Pada Rabu (17/6/2026), relawan Yakesma Sulteng melakukan survei awal sekaligus menyalurkan bantuan makanan siap saji kepada warga terdampak di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki.

Kepala Cabang sekaligus Relawan Yakesma Sulteng, Harris Anwar, mengatakan pihaknya turun langsung untuk melihat kondisi masyarakat serta memetakan kebutuhan mendesak pascabencana.

Baca Juga: YAKESMA Bantu Mahasiswa Untad Asal Sumatera Yang Terdampak Bencana

Selain melakukan asesmen lapangan, Yakesma juga bersilaturahmi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi di Gedung Kecamatan Nokilalaki. Pertemuan tersebut bertujuan memperoleh data sementara dampak gempa sekaligus melaporkan kehadiran Yakesma di wilayah terdampak.

SIAP SAJI: Yakesma Sulteng ikut memberikan bantuan makanan siap saji kepada warga yang terdampak bencana gempa di Desa Kamarora, Kecmatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Makan siap saji menjadi kebutuhan warga.
SIAP SAJI: Yakesma Sulteng ikut memberikan bantuan makanan siap saji kepada warga yang terdampak bencana gempa di Desa Kamarora, Kecmatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Makan siap saji menjadi kebutuhan warga.

 

"Kami meminta data sementara warga terdampak gempa di Sigi, sekaligus melaporkan kehadiran lembaga Yakesma di daerah ini. Kami berharap bisa ikut berkontribusi dalam penanganan dampak gempa di Kabupaten Sigi," ujar Harris.

Dari hasil pemantauan di lapangan, sebagian besar warga memilih mendirikan tenda di luar rumah meski bangunan mereka masih berdiri. Kekhawatiran terhadap gempa susulan membuat masyarakat enggan kembali bermalam di dalam rumah.

Baca Juga: Selain Zakat, Yakesma Sulteng Jalankan Program Sosial untuk Yatim dan Dhuafa

"Banyak warga berkumpul di tenda bersama satu hingga dua kepala keluarga. Mereka memasak dan beraktivitas di sekitar tenda untuk alasan keamanan," katanya.

Menurut Harris, Desa Kamarora menjadi salah satu titik yang paling terdampak karena terdapat sejumlah bangunan yang roboh. Berbagai unsur penanganan darurat juga telah berada di lokasi, mulai dari TNI, BPBD, BNPB hingga tim medis.

TINGGAL PUING: Desa Kamarora menjadi desa yang paling terdampak dengan banyaknya bangunan warga yang runtuh dan tinggal puing.
TINGGAL PUING: Desa Kamarora menjadi desa yang paling terdampak dengan banyaknya bangunan warga yang runtuh dan tinggal puing.

 

Ia menyaksikan pelayanan kesehatan berjalan bagi warga yang mengalami luka akibat gempa. Puskesmas tetap beroperasi dengan dukungan tenaga kesehatan dari Kota Palu yang berkolaborasi dengan petugas setempat.

Baca Juga: YAKESMA Sulteng Tebar Kebahagiaan Ramadan 1447 H melalui Program "Belanja Bareng Anak Yatim"

Sementara itu, warga mulai membersihkan puing-puing bangunan yang rusak. Di tengah kondisi sulit, semangat masyarakat untuk bangkit kembali tetap tinggi. Banyak warga berharap dapat membangun kembali rumah mereka, meskipun dengan konsep semi permanen berupa perpaduan dinding tembok dan papan.(uq)

Editor : Nur Soima Ulfa
#Kamarora #Nokilalaki #gempa #Yakesma Sulteng #bantuan