RADAR PALU – Band metal asal Kota Palu, INOSA, resmi merilis mini album perdana bertajuk NOL (No One Lost) pada pertengahan Mei 2026. Karya tersebut menjadi wadah bagi para personelnya untuk menuangkan kegelisahan terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di Indonesia.
Mini album yang berisi enam lagu itu mengangkat tema tentang kekacauan, keserakahan, ketidakadilan, hingga kehilangan. Melalui lirik-lirik yang tajam dan aransemen musik metal yang agresif, INOSA berusaha menyuarakan realitas yang dirasakan banyak masyarakat saat ini.
Menurut Ismed selaku frontline INOSA bersama Nome yang bertindak sebagai co-producer, seluruh lagu dalam mini album tersebut dirancang saling terhubung dan membentuk satu alur cerita yang utuh.
Baca Juga: Erafone Gelar 'Enam Fest 2026' di Palu: Festival 6 Hari Gabungkan Sport, Musik, Seni, dan Karnaval
“Mini album ini dirancang dengan komposisi yang saling bertautan antar lagu dari awal hingga akhir, membentuk narasi lirik yang emosional. Ceritanya dimulai dari proses kebangkitan untuk berjuang hingga merefleksikan sebuah kehilangan,” ujar Ismed.
Mini album yang diproduksi di bawah label Cahaya Inti Kemilau ini memuat enam lagu, yakni Rise Up, Satu Lawan Sembilan, Antek Global, Rusak Parah, Primitif, dan NoL 1980.
Setiap lagu menghadirkan pesan yang berbeda, namun tetap berada dalam benang merah kritik sosial dan refleksi terhadap kondisi bangsa. Melalui karya tersebut, INOSA berharap musik tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana menyampaikan pesan dan membangkitkan kesadaran.
Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Distribusi Royalti Musik Harus Transparan dan Sesuai Regulasi
INOSA saat ini diperkuat oleh Papamedz (vokal dan bass), MR Gamz (gitar dan backing vocal), serta Bimo (gitar). Band ini optimistis mini album NOL dapat diterima oleh pecinta musik metal maupun penikmat musik Indonesia secara umum.
“Mini album ini sudah bisa dinikmati penggemar musik tanah air di seluruh platform digital streaming,” tutup Ismed dan Nome.(*)
Editor : Rony Sandhi