RADAR PALU – Nama Laurina menjadi salah satu bukti bahwa anak daerah mampu bersaing di tingkat internasional. Perempuan kelahiran Kota Palu itu kini dipercaya menduduki posisi manajerial di Standard Chartered Bank Singapore, salah satu lembaga perbankan internasional terkemuka di dunia.
Setelah bertahun-tahun berkarier di Singapura, Laurina kembali menginjakkan kaki di tanah kelahirannya. Selain melepas rindu dengan kampung halaman, kepulangannya ke Palu juga terkait agenda pekerjaan di Indonesia.
“Kebetulan saya ke Palu, jadi saya butuh berdiskusi dengan beberapa pihak, termasuk dari APINDO Sulteng,” ujar Laurina usai pertemuan dengan DPP APINDO Sulawesi Tengah, Rabu (3/6/2026).
Baca Juga: APINDO Sulteng dan Standard Chartered Singapura Bahas Peluang Jejaring Bisnis Global
Alumni SMP Negeri 1 Palu tersebut mengaku perjalanan kariernya hingga dipercaya menjadi salah satu pimpinan bank di Singapura tidak diraih secara instan. Pendidikan menjadi fondasi utama yang mengantarkannya meraih berbagai peluang hingga ke level internasional.
“Pendidikan bisa membuka kunci jalan kita untuk menjadi lebih baik lagi,” katanya.
Laurina menceritakan, setelah menyelesaikan pendidikan SMP di Palu, dirinya melanjutkan pendidikan SMA dan perguruan tinggi di luar daerah. Semangat belajar yang tinggi membawanya melanjutkan studi magister (S2) di Singapura.
Di negara itulah karier profesionalnya berkembang hingga akhirnya dipercaya menduduki posisi strategis di sektor perbankan.
“Saya merasakan betul bagaimana pendidikan membawa saya ke posisi sekarang ini,” ungkapnya.
Kepada generasi muda Sulawesi Tengah, khususnya di Kota Palu, Laurina berpesan agar tidak mudah menyerah menghadapi tantangan. Menurutnya, pendidikan harus menjadi prioritas utama yang dibarengi dengan pengalaman berorganisasi.
Baca Juga: May Day 2026 Sulteng: Buruh, APINDO dan Pemprov Solid Bangun SDM Pekerja
Ia menilai organisasi mampu membentuk kemampuan kepemimpinan sekaligus memperluas jaringan yang sangat penting dalam dunia kerja.
“Dengan dasar pendidikan yang baik, kemudian ditunjang pengalaman organisasi, tentu akan membuka jaringan lebih luas sehingga peluang kita untuk berkembang dan diterima bekerja juga semakin besar,” tuturnya.
Kisah Laurina menjadi inspirasi bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Dari Kota Palu, ia membuktikan bahwa kerja keras, pendidikan, dan kemauan belajar mampu mengantarkan seseorang menembus panggung internasional. (ron)
Editor : Rony Sandhi