Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Skandal Cinta Terlarang Oknum Pejabat Pemprov Sulteng, ASN Perempuan Mengaku Mendapat Kekerasan dan Intimidasi

Rony Sandhi • Kamis, 4 Juni 2026 | 10:49 WIB
ILUSTRASI kekerasan terhadap perempuan.(Dibuat dengan AI)
ILUSTRASI kekerasan terhadap perempuan.(Dibuat dengan AI)

RADAR PALU - Dugaan skandal cinta terlarang alias perselingkuhan yang menyeret seorang pejabat di lingkungan Sekretariat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mencuat ke publik. Kasus tersebut tidak hanya menyangkut hubungan pribadi, tetapi juga disertai dugaan kekerasan fisik dan intimidasi terhadap seorang aparatur sipil negara (ASN) perempuan.

Korban diketahui merupakan ASN yang bertugas di salah satu biro di lingkup Sekretariat Pemprov Sulteng. Sementara pria yang diduga terlibat disebut-sebut menjabat sebagai kepala subbagian (Kasub) di biro berbeda dalam lingkungan sekretariat yang sama.

Kakak korban yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, hubungan keduanya bermula saat pejabat tersebut berkenalan dengan adiknya ketika berada di Jakarta pada 2022.

Baca Juga: Pejabat Pemprov Sulteng Dilaporkan usai Diduga Hina Jurnalis

“Saat itu dia datang ke Jakarta dan berusaha berkenalan dengan adik saya. Awalnya tidak ditanggapi,” ujarnya kepada Radar Palu Jawa Pos, belum lama ini.

Menurutnya, pria tersebut mengaku masih lajang dan belum memiliki istri. Seiring waktu, komunikasi keduanya semakin intens, terlebih setelah korban diterima sebagai ASN di salah satu biro Pemprov Sulteng pada 2024.

Namun belakangan, korban mengaku baru mengetahui bahwa pria tersebut ternyata telah berkeluarga dan memiliki anak.

Baca Juga: KPPA Sulteng Soroti Fasilitas Publik dan Kekerasan Perempuan di Kota Palu Jelang International Women’s Day

Selama berada di Kota Palu, hubungan keduanya disebut terus berlangsung. Akan tetapi, berdasarkan pengakuan korban kepada keluarga, ia beberapa kali mengalami perlakuan kasar hingga dugaan kekerasan.

“Pelaku meminta adik saya tidak membuka persoalan ini ke publik karena katanya sedang dalam proses promosi jabatan,” kata kakak korban.

Keluarga mengungkapkan, korban sebenarnya telah beberapa kali berusaha mengakhiri hubungan tersebut. Namun upaya itu disebut kerap mendapat tekanan dari pria yang bersangkutan.

Baca Juga: JUWITA dan DSLNG Lawan Kekerasan Berbasis Gender, Gelar Pelatihan Online bagi Jurnalis Perempuan

“Adik saya ini sudah lama mau lepas dari itu laki-laki, cuma ada-ada saja tekanan. Dia terus mengejar adik saya. Saya baru tahu ternyata selama ini adik saya menyimpan masalah karena sudah sangat tertekan sehingga akhirnya mau bercerita,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan atas pengakuan korban, keluarga memperlihatkan sejumlah tangkapan layar percakapan yang diduga berisi intimidasi. Mereka juga menunjukkan foto-foto yang disebut sebagai bukti adanya kekerasan yang dialami korban.

Akibat tekanan yang terus diterima, korban kini memilih menghindari pertemuan dengan pria tersebut karena merasa takut.

Baca Juga: Upaya Lindungi Anak dan Perempuan, PT LTT Gelar Seminar Pencegahan Kekerasan

“Saat ini adik saya lebih banyak mengurung diri. Kondisi mentalnya sangat terganggu dan dia ketakutan. Bukti-bukti kekerasan, luka lebam di beberapa bagian tubuh masih ada dalam bentuk foto, termasuk beberapa rekaman suara yang berisi ancaman,” ujarnya.

Keluarga korban menyatakan akan meminta perlindungan kepada sejumlah pihak, termasuk Inspektorat dan lembaga perlindungan perempuan. Mereka juga membuka kemungkinan menempuh jalur hukum apabila tidak ada langkah tegas dari pihak terkait.

“Kalau tidak juga ada sikap tegas dari pihak terkait berkaitan dengan sanksi ASN, kami keluarga kemungkinan akan menempuh jalur hukum,” tegasnya.

Baca Juga: Belum Ada Kejelasan, Solidaritas Perempuan Poso Desak Satgas PKA Buka Hasil Kajian ITB

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Inspektorat terkait apakah korban telah dipanggil untuk dimintai keterangan maupun langkah yang akan diambil menyikapi dugaan skandal dan dugaan kekerasan tersebut.

Radar Palu masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait guna mendapatkan informasi yang berimbang.(ron)

Editor : Rony Sandhi
#Pemprov Sulteng ASN Perempuan Dugaan Kekerasan Skandal Pejabat Radar Palu