RADAR PALU- Tim Densus 88 Antiteror Polri angkat bicara terkait penangkapan delapan orang terduga teroris di wilayah Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Rabu (6/5/2026) dini hari. Penindakan tersebut dilakukan dalam operasi senyap yang berlangsung mulai pukul 01.30 hingga 03.30 WITA.
Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Densus 88 AT Polri Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana menjelaskan, delapan orang yang diamankan diduga merupakan bagian dari jaringan Jamaah Anshoru Daulah (JAD) yang terafiliasi dengan jaringan global ISIS.
“Densus 88 AT Polri telah melakukan kegiatan penegakan hukum terhadap delapan orang jaringan Jamaah Anshoru Daulah yang terafiliasi kepada jaringan global ISIS di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah,” ujar Mayndra dalam keterangan resminya ke sejumlah awak media.
Dari delapan terduga yang ditangkap, empat orang diamankan di Kabupaten Poso masing-masing berinisial R (32), AT (29), RP (32), dan ZA (37).
Sementara empat lainnya ditangkap di Kabupaten Parigi Moutong yakni A (43), A (46), S (47), dan DP (39).
Salah satu penangkapan dilakukan di Desa Tomoli Utara, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong. Aparat mengamankan terduga tanpa perlawanan sebelum melakukan penggeledahan di rumah yang bersangkutan.
Dalam penggeledahan tersebut, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa enam bilah parang, telepon genggam, dan kartu ATM yang kemudian diamankan untuk kepentingan penyidikan.
Kepala Dusun I Desa Tomoli Utara, Jufri Haruji, mengaku terkejut atas penangkapan tersebut.
Baca Juga: Satpol PP Sulteng Perketat Pengamanan dan Parkir di Asrama Haji Palu
“Yang bersangkutan kesehariannya berjualan buah, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan di lingkungan warga,” kata Jufri.
Ia menambahkan, selama tinggal di lingkungan tersebut, tidak pernah terlihat aktivitas mencurigakan yang mengarah pada keterlibatan dalam jaringan terorisme.
Saat ini seluruh terduga telah dibawa oleh tim Densus 88 untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Aparat keamanan juga masih melakukan pengembangan guna menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain maupun jaringan yang masih aktif di Sulawesi Tengah.
Editor : Wahono.