RADAR PALU – Warga Palu perlu mulai mencatat perubahan kecil ini. Waktu matahari memang terlihat stabil, tapi diam-diam durasi siang mulai bergeser.
Dalam data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, periode 2–8 Mei 2026 menunjukkan pola yang nyaris tak berubah. Namun, ada sinyal penting: matahari mulai terbenam lebih cepat.
Pada 2 Mei 2026, matahari terbit pukul 05.55 WITA dan terbenam pukul 18.00 WITA. Waktu fajar tercatat 04.44 WITA, sementara senja berada di 19.11 WITA.
Baca Juga: Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, BMKG Palu Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Sekilas, tidak ada yang berbeda.
Tapi jika ditelusuri lebih detail, perubahan mulai terasa di hari-hari berikutnya.
Dari 3 hingga 6 Mei, waktu terbit tetap di 05.55 WITA. Matahari juga masih tenggelam di sekitar 18.00 WITA. Ritme harian warga terlihat aman.
Namun di balik itu, posisi matahari ternyata bergeser. Azimut berubah dari 285 derajat menjadi 287 derajat. Pergeseran ini memang tak kasat mata, tapi menjadi indikator perubahan arah lintasan matahari.
Baca Juga: Hasil Satelit, BMKG Deteksi 54 Titik Panas di Sulteng, Dua Berstatus Tinggi
Lalu masuk ke 7 dan 8 Mei 2026, perubahannya mulai nyata. Matahari masih terbit pukul 05.55 WITA, tapi waktu terbenam maju menjadi 17.59 WITA.
Hanya selisih 1 menit.
Tapi bagi aktivitas luar ruang, ini cukup terasa.
Tak berhenti di situ, data juga mencatat penurunan tinggi kulminasi matahari. Dari 74 derajat di awal periode, turun menjadi sekitar 72 derajat.
Artinya, posisi matahari saat siang hari tidak lagi setinggi sebelumnya. Cahaya datang dengan sudut yang sedikit lebih miring, menandakan pergeseran menjauhi garis ekuator.
Fenomena ini dijelaskan oleh BMKG sebagai bagian dari siklus alami. Matahari mengalami pergerakan semu tahunan, yang memengaruhi panjang siang dan malam di setiap wilayah.
Bagi warga Sulawesi Tengah, khususnya di Palu, data ini bukan sekadar angka teknis. Petani bisa menyesuaikan waktu tanam, nelayan membaca waktu terang, dan pekerja lapangan mengatur ritme kerja.
Baca Juga: BMKG Catat Suhu Maksimum hingga 35,2 Derajat Celsius, Palu Masuk Daftar Terpanas
Satu menit mungkin terdengar kecil.
Namun dalam praktiknya, perubahan itu bisa menggeser banyak hal.
Kesimpulannya:
Perubahan memang tipis, tapi nyata. Dan di Palu, ritme hari perlahan mulai bergeser.***