RADAR PALU - Masih banyak orang mengoleskan pasta gigi saat terkena luka bakar. Padahal, cara ini justru bisa memperparah kondisi kulit dan memicu infeksi.
Dokter spesialis penyakit dalam, Prof Zubairi Djoerban, menegaskan penggunaan pasta gigi sebagai pertolongan pertama luka bakar adalah keliru.
Menurutnya, pasta gigi justru menahan panas di kulit sehingga luka semakin parah. “Panas tidak bisa keluar, malah terperangkap di dalam,” jelasnya.
Baca Juga: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung
Bukan Menyembuhkan, Justru Memperburuk
Tak hanya itu, pasta gigi juga berpotensi memicu pertumbuhan bakteri. Lapisan yang terbentuk di kulit membuat bakteri berkembang di area luka.
Kandungan dalam pasta gigi seperti mentol, sodium lauryl sulfate, dan bahan abrasif juga bisa menyebabkan iritasi. Efeknya, kulit yang sudah rusak malah makin parah.
Alternatif yang Lebih Aman
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp11.000, Peluang Beli atau Tanda Waspada?
Untuk penanganan awal, luka bakar sebaiknya didinginkan dengan air bersih mengalir. Ini membantu menurunkan suhu kulit dan mencegah kerusakan lebih dalam.
Prof Zubairi menyebut madu bisa menjadi alternatif, selama dalam kondisi bersih. Namun, penggunaan bahan sembarangan tetap tidak disarankan.
Sementara itu, mentega yang juga sering dipakai masyarakat, justru tidak boleh digunakan karena bisa memperburuk luka.
Kesalahan penanganan luka bakar masih sering terjadi di rumah tangga, terutama saat aktivitas dapur. Padahal, langkah awal yang tepat sangat menentukan proses penyembuhan.
Menggunakan bahan yang tidak sesuai bisa berujung infeksi, iritasi, hingga luka yang lebih dalam.***
Editor : Muhammad Awaludin