RADARPALU – Fenomena cahaya aneh yang terlihat di langit sejumlah wilayah Indonesia pada malam 11 April 2026 memicu perhatian publik.
Kilatan terang dengan bentuk menyerupai objek berekor itu sempat viral di media sosial dan menimbulkan berbagai spekulasi.
Dikutip dari akun @infogempadunia di X, fenomena tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas peluncuran roket Jielong-3 milik Tiongkok yang diluncurkan sekitar pukul 18.30 WIB.
Baca Juga: Talenta 17 Tahun Liverpool Dapat Pujian dari Arne Slot
Cahaya yang terlihat bukan berasal dari api atau benda terbakar, melainkan pantulan sinar Matahari pada gas buangan roket di ketinggian sangat tinggi.
Dalam informasi yang dibagikan oleh akun X @infogempadunia, menjelaskan bahwa objek tersebut bukan benda jatuh, melainkan efek visual dari aktivitas di luar atmosfer.
Gas yang dilepaskan di luar atmosfer tidak mengalami hambatan udara sehingga dapat menyebar luas dan membentuk pola menyerupai kabut bercahaya.
Baca Juga: KPK: Duit OTT Bupati Tulungagung Dipakai Gaya Hidup
Dari permukaan bumi, fenomena ini tampak seperti objek terang dengan ekor yang tidak biasa.
Fenomena tersebut dikenal sebagai “space jellyfish”, yakni efek visual yang terjadi ketika roket melepaskan gas di luar atmosfer dan terkena cahaya Matahari. Gas yang mengembang menciptakan bentuk menyerupai ubur-ubur bercahaya di langit malam.
Penjelasan ini sejalan dengan keterangan lembaga antariksa seperti NASA (National Aeronautics and Space Administration) dan European Space Agency (ESA) yang menyebut bahwa roket maupun satelit di orbit masih dapat terlihat dari bumi karena memantulkan cahaya Matahari, terutama saat kondisi langit gelap.
Adapun bagian yang tampak seperti “kepala” dan terlihat seolah jatuh, diduga hanyalah efek perspektif dari pengamatan di bumi.
Objek tersebut kemungkinan tetap melaju di orbit dengan kecepatan tinggi, sementara arah geraknya yang menjauh atau menurun di horizon menciptakan ilusi visual seperti benda jatuh.
Dengan demikian, fenomena tersebut bukanlah puing yang terbakar jatuh ke bumi, melainkan jejak gas dan bagian roket yang masih berada di luar atmosfer.
Baca Juga: Milan Dipermalukan Udinese, Juventus Menang Tipis
Fenomena langit seperti ini tergolong jarang terjadi, namun bukan hal berbahaya. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengandalkan informasi dari sumber resmi untuk menghindari kesalahpahaman.(*)
Editor : Mugni Supardi