Warda Dg Mamala memaparkan alasan pelaksanaan Haul Guru Tua ke-58 Habib Idrus bin Salim Al-Jufri di Morowali Utara saat membuka rapat persiapan acara tersebut bertempat di Berlian Mamala Resort, Kolonodale, Selasa (7/4/2026). (FOTO: ILHAM NUSI/RADAR PALU) RADAR PALU - Inisiator pelaksanaan Haul Guru Tua ke-58 Habib Idrus bin Salim Al-Jufri di Morowali Utara (Morut) Warda Dg Mamala menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan utama untuk menghormati jasa ulama besar Alkhairaat sekaligus mempererat persatuan umat Islam.
Hal itu ia sampaikan saat membuka rapat persiapan Haul Guru Tua digelar di Berlian Mamala Resort, Kolonodale, Selasa (7/4/2026).
Selain membahas Haul Guru Tua, rapat juga membahas persiapan kegiatan halal bihalal yang akan digelar pada 10 April 2026.
Pertemuan ini dihadiri Wakil Bupati Morut Djira Kendjo, Kepala Kantor Kementerian Agama Morut Hasyim Alaydrus, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta organisasi Islam.
Di kesempatan itu, Warda Mamala menyampaikan bahwa Haul Guru Tua ke-58 yang untuk pertama kalinya digelar di Morut ini tidak memiliki muatan lain selain niat ibadah.
Ia menegaskan, kegiatan ini murni sebagai bentuk penghormatan kepada Habib Idrus bin Salim Al-Jufri atau Guru Tua, sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan umat.
Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu’ti Pantau Langsung TKA SMP di Tangerang Kerjakan dengan Jujur dan Gembira!
"Kegiatan ini murni untuk mengenang jasa Guru Tua dan menghadirkan keberkahan bagi seluruh umat serta daerah kita," ujarnya.
Ketua DPRD Morut itu mengatakan, momentum Haul Guru Tua juga menjadi ajang memperkuat nilai-nilai keislaman serta membangun contoh positif bagi masyarakat.
Warda menambahkan, pelaksanaan Haul Guru Tua di Morut menjadi yang pertama kali dilakukan.
Baca Juga: “Jangan Cuma Kejar Adipura!” Komisi C Semprot Pemkot Palu Soal Penertiban Pedagang Tanpa Solusi
Karena itu, ia mengajak seluruh panitia dan masyarakat untuk menjaga ketertiban serta kesakralan kegiatan.
"Kita harus memberi contoh yang baik dalam pelaksanaan kegiatan ini," tandasnya.
Ia juga meminta atensi Kepolisian Resor Morut terkait pengamanan, sebab acara ini ditargetkan bakal dihadiri sekurangnya 3.000 umat.
"Mohon bantuan pengamanan karena halal bihalal hingga pelaksanaan haul akan dihadiri pak Gubernur dan undangan sekira tiga ribu orang," sebut Warda.
Haul Guru Tua ke-58 dijadwalkan berlangsung di Kolonodale pada 12 April 2026 dan diperkirakan akan dihadiri berbagai elemen masyarakat.
Pemkab Morut bersama Komda Alkhairaat menegaskan bahwa pelaksanaan Haul Guru Tua ke-58 Habib Idrus bin Salim Al-Jufri bertujuan memperkuat ukhuwah Islamiyah, mengenang jasa ulama, serta menghadirkan keberkahan bagi umat.
Wakil Bupati Morut Djira Kendjo menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelaksanaan Haul Guru Tua.
Wabup yang juga Ketua Komda Alkhairaat Morut berharap kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
"Mari kita jaga ukhuwah sesama muslim maupun dengan kelompok lain," tegas Djira. (*)
Editor : Agung Sumandjaya