Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Roket Bekas Misi Tiongkok yang Terbakar di Langit Indonesia Sudah 14 Bulan Mengorbit

Mugni Supardi • Senin, 6 April 2026 | 10:51 WIB
Basis data SpaceTrack menunjukkan adanya objek dengan kode 62805 yang melintas pada waktu dan lokasi yang sesuai dengan laporan masyarakat.(Facebook/Ma
Basis data SpaceTrack menunjukkan adanya objek dengan kode 62805 yang melintas pada waktu dan lokasi yang sesuai dengan laporan masyarakat.(Facebook/Ma'rufin Sudibyo)

 

RADARPALU - Fenomena kilatan cahaya yang terlihat di langit Lampung hingga Banten pada Sabtu malam (4/4/2026) lalu sudah dipastikan berasal dari sampah antariksa berupa bagian roket milik Tiongkok.

Yang menarik, objek tersebut ternyata telah berada di orbit Bumi selama sekitar 14 bulan sebelum akhirnya kembali masuk ke atmosfer.

Dilansir dari penjelasan astronom Ma’rufin Sudibyo melalui akun media sosialnya, hasil pengecekan basis data SpaceTrack menunjukkan adanya objek dengan kode 62805 yang melintas pada waktu dan lokasi yang sesuai dengan laporan masyarakat.

Baca Juga: Rute Lengkap Kapal PELNI dari Palu, Cek Jadwal April 2026

Objek tersebut merupakan bagian tingkat ketiga (upper stage) roket Long March-3B/E atau Chang Zheng-3B/E milik Tiongkok.

Bagian roket ini sebelumnya digunakan dalam peluncuran satelit komunikasi militer TJS-14 pada 23 Januari 2025. Pada saat peluncuran, upper stage ini diaktifkan setelah roket mencapai ketinggian sekitar 150 kilometer untuk mendorong satelit menuju orbit geostasioner.

Setelah menyelesaikan tugasnya, bagian roket tersebut menjadi sampah antariksa yang terus mengorbit Bumi selama sekitar 14 bulan. Seiring waktu, ketinggian dan kecepatannya menurun akibat gesekan dengan lapisan atas atmosfer.

Baca Juga: Kanwil Ditjenpas Sulteng Gelar Tes Urine Acak, Ini Hasilnya

“Setelah 14 bulan, objek ini akhirnya mengalami reentry atau masuk kembali ke atmosfer Bumi, yang terlihat sebagai kilatan cahaya dengan percikan api,” jelas Ma’rufin.

Fenomena ini terlihat di sejumlah wilayah, mulai dari Lampung Utara, Lampung Timur, Lampung Selatan, hingga ke wilayah Cilegon dan Serang di Provinsi Banten.

Meski terlihat mencolok dan sempat menimbulkan kekhawatiran, fenomena reentry sampah antariksa seperti ini merupakan hal yang cukup umum terjadi dan umumnya tidak membahayakan karena sebagian besar material akan terbakar di atmosfer.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan semakin banyaknya sampah antariksa yang mengorbit Bumi dan pentingnya pengelolaan aktivitas luar angkasa secara bertanggung jawab.(*)

Editor : Mugni Supardi
#fenomena langit Indonesia #sampah antariksa 14 bulan #roket Long March 3B #reentry roket #TJS-14