Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Daryono Ungkap Alasan Laut Maluku Sangat Aktif Gempa

Mugni Supardi • Minggu, 5 April 2026 | 10:06 WIB
Aktivitas gempa di kawasan Laut Maluku.(Twitter/@geotechwar)
Aktivitas gempa di kawasan Laut Maluku.(Twitter/@geotechwar)

RADARPALU – Edukator kebencanaan sekaligus anggota Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN), Dr. Daryono, mengungkap alasan di balik tingginya aktivitas gempa di kawasan Laut Maluku.

Wilayah ini disebut sebagai salah satu zona paling aktif secara seismik, tidak hanya di Indonesia tetapi juga dunia.

Menurut Daryono, tingginya aktivitas gempa di Laut Maluku disebabkan oleh kombinasi kondisi tektonik yang kompleks dan saling berinteraksi dalam ruang yang relatif sempit.

Baca Juga: Menuju 1000 Gol, Messi Kini Sudah Koleksi 903 Gol Sepanjang Karier

Secara geografis, kawasan ini berada di pertemuan tiga lempeng besar, yakni Lempeng Eurasia di bagian barat, Lempeng Pasifik di timur, serta Lempeng Indo-Australia di selatan.

“Namun, yang membuatnya unik bukan sekadar pertemuan lempeng, melainkan sistem interaksinya yang sangat kompleks,” jelasnya.

Salah satu fenomena utama adalah double subduction atau subduksi ganda. Dalam kondisi ini, kerak samudra Laut Maluku menunjam ke dua arah sekaligus, yakni ke bawah Busur Sangihe di barat dan Busur Halmahera di timur.

Baca Juga: Momen Spesial Messi di Nu Stadium Berakhir Imbang

Kondisi ini menyebabkan akumulasi tegangan tektonik yang besar karena satu lempeng “ditekan” dari dua sisi secara bersamaan.

Tak hanya itu, wilayah ini juga mengalami tabrakan busur kepulauan (arc–arc collision) antara Busur Sangihe dan Halmahera. Tabrakan tersebut membuat batuan terjepit, terlipat, dan membentuk banyak sesar aktif.

Akibatnya, Laut Maluku menjadi wilayah dengan karakter gempa yang beragam, mulai dari gempa dangkal hingga gempa sangat dalam yang bisa mencapai ratusan kilometer.

 

“Frekuensi gempa di wilayah ini tinggi karena banyaknya sumber gempa aktif dan mekanisme pelepasan energi yang kompleks,” tambahnya.

Daryono menegaskan, aktivitas gempa di Laut Maluku bukan sekadar karena berada di jalur cincin api (ring of fire), tetapi karena struktur geologinya yang unik dan berlapis.(*)

Editor : Mugni Supardi
#subduksi ganda #Laut Maluku gempa #penyebab gempa Maluku #ring of fire Indonesia #Daryono Pusgen