Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Bukan Meteor atau Rudal, Ini Penjelasan Ilmiah Kilatan Langit yang Terlihat di Indonesia

Mugni Supardi • Sabtu, 4 April 2026 | 23:50 WIB
Fenomena langit bercahaya yang terlihat di Lampung, pada Sabtu malam (4/4) menghebohkan warga.(Twitter/@Top_Disaster)
Fenomena langit bercahaya yang terlihat di Lampung, pada Sabtu malam (4/4) menghebohkan warga.(Twitter/@Top_Disaster)

RADARPALU – Fenomena cahaya terang yang melintas di langit Indonesia pada Sabtu malam (4/4) memicu beragam spekulasi di masyarakat. Banyak yang mengira objek tersebut adalah meteor bahkan rudal.

Namun, hasil pelacakan ilmiah menunjukkan fakta berbeda. Komunitas astronomi di akun X @InfoAstronomy mengungkap bahwa objek tersebut kemungkinan besar adalah puing roket luar angkasa yang jatuh kembali ke bumi.

Melalui data Two-Line Element (TLE) dari Space-Track, ditemukan beberapa objek yang diprediksi mengalami re-entry pada tanggal 4 April 2026. Salah satu yang paling mendekati waktu kejadian adalah objek dengan ID 67301.

Baca Juga: Cahaya Misterius di Lampung Bikin Geger

Objek ini diketahui merupakan bagian dari roket Chang Zheng 4B (Long March 4B) milik Tiongkok yang diluncurkan pada tahun 2025.

“Inklinasi orbitnya mencapai 97,35 derajat, artinya orbitnya melintasi hampir seluruh wilayah bumi, termasuk Indonesia,” jelas InfoAstronomy.

Saat memasuki atmosfer, kecepatan tinggi menyebabkan gesekan ekstrem yang menghasilkan cahaya terang menyerupai meteor. Proses ini dikenal sebagai re-entry, dan sering kali membuat benda luar angkasa terbakar hingga hancur.

Baca Juga: Sempat Gagal Landing, Pesawat Lion Air Berhasil Mendarat di Palu Jelang Tengah Malam

Para ahli menyebut fenomena ini relatif aman. Berdasarkan data NASA dan ESA, sebagian besar objek luar angkasa akan habis terbakar sebelum mencapai permukaan bumi.

Meski demikian, kejadian ini menjadi pengingat akan meningkatnya jumlah sampah antariksa di orbit bumi yang berpotensi menimbulkan risiko di masa depan.(*)

Editor : Mugni Supardi
#Long March 4B #sampah antariksa #fenomena langit 2026 #puing roket jatuh #TLE Space Track