UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Penuh Haru di Beirut, Lepas Jenazah Tiga Prajurit TNI yang Meninggal Akibat Serangan Israel

Agung Sumandjaya • Dipublikasikan Jumat, 3 April 2026 | 18:52 WIB
SEBELUM DIBERANGKATKAN: Tiga jenazah prajurit TNI penjaga perdamaian diberangkatkan dari Beirut menuju Tanah Air dengan upacara militer penuh penghormatan. FOTO: DOK. UNIFIL
SEBELUM DIBERANGKATKAN: Tiga jenazah prajurit TNI penjaga perdamaian diberangkatkan dari Beirut menuju Tanah Air dengan upacara militer penuh penghormatan. FOTO: DOK. UNIFIL

RADAR PALU – Suasana duka menyelimuti upacara militer yang digelar oleh Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) di Bandara Internasional Rafik Hariri, Beirut.

Dalam seremoni khidmat tersebut, UNIFIL memberikan penghormatan terakhir kepada tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan.

Ketiga prajurit tersebut adalah Mayor Zulmi Aditya Iskandar, Serka Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Dua Farizal Rhomadon. Mereka meninggal dunia saat menjalankan tugas mulia menjaga perdamaian dunia.

Baca Juga: Dipicu Aksi Tanam Pisang, Jalan Lamotu Palu Barat Akhirnya Diaspal Tahun Ini

Upacara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi internasional dan perwakilan negara, termasuk Komandan Misi sekaligus Komandan Pasukan UNIFIL Mayor Jenderal Diodato Abagnara, Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon Imran Riza, perwakilan Kementerian Pertahanan Lebanon Brigjen Firas Tarchichi, serta Duta Besar Indonesia untuk Lebanon Dicky Komar.

Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian mereka, ketiga prajurit dianugerahi medali kehormatan dari PBB dan Angkatan Bersenjata Lebanon.

Dalam sambutannya, Mayor Jenderal Abagnara menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan seluruh jajaran TNI. Ia memuji keberanian serta pengabdian para prajurit yang datang jauh dari tanah air demi satu tujuan, yakni menjaga perdamaian.

Baca Juga: Lindungi Konsumen, Kemenkum Gencarkan Pengawasan Produk Palsu di Palu

“Mereka datang jauh dari rumah dengan satu tujuan, melayani perdamaian. Mereka melakukannya dengan keberanian, kehormatan, hingga akhir hayat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa jasa para prajurit tidak akan dilupakan. “Tidak ada kata yang mampu menghapus rasa kehilangan, namun ketahuilah mereka akan selalu menjadi bagian dari misi ini dan bagian dari kami semua,” tambahnya.

Kopral Satu Farizal Rhomadon (28) gugur pada Minggu, 29 Maret 2026, akibat ledakan proyektil di posisi UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr. Insiden tersebut juga menyebabkan satu prajurit lainnya mengalami luka kritis.

Baca Juga: Pedagang Optimistis Pasar Tavanjuka Segera Ramai, Tunggu Peresmian

Sementara itu, Mayor Zulmi Aditya Iskandar (33) dan Sersan Kepala Muhammad Nur Ichwan (26) meninggal dunia sehari setelahnya, Senin, 30 Maret 2026, akibat ledakan bom di pinggir jalan yang menghancurkan kendaraan mereka di wilayah Bani Hayyan. Dalam kejadian tersebut, dua prajurit lainnya turut mengalami luka berat dan ringan.

Kedua insiden tragis tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengecam keras insiden yang merenggut nyawa para penjaga perdamaian tersebut. Ia mendesak semua pihak untuk mematuhi hukum internasional serta menjamin keselamatan dan keamanan personel PBB di lapangan.

Selain itu, Dewan Keamanan PBB juga turut mengutuk kejadian tersebut dan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta Pemerintah Indonesia. Mereka juga menegaskan dukungan penuh terhadap UNIFIL serta menyerukan kepada semua pihak untuk menjamin keamanan personel dan kelancaran misi perdamaian.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan risiko besar yang dihadapi para prajurit penjaga perdamaian dalam menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah konflik dunia. (*)

Editor : Agung Sumandjaya
Radar Palu Jawa Pos lebanon unifil tni Indonesia