RADARPALU – Setiap tanggal 3 April, dunia memperingati World Aquatic Animal Day atau Hari Hewan Akuatik Sedunia.
Momentum ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kelangsungan hidup hewan air yang berperan besar dalam keseimbangan ekosistem bumi.
Hewan akuatik mencakup berbagai spesies yang hidup di air, mulai dari ikan, mamalia laut, krustasea, hingga burung air.
Baca Juga: Viral Ibu Aniaya Balita, Tangisan Anak dan Video Rekaman Sendiri Bikin Publik Geram
Bahkan, cakupannya juga meliputi moluska, reptil laut, dan serangga air yang menghabiskan sebagian besar siklus hidupnya di perairan.
Peringatan ini pertama kali diinisiasi oleh Aquatic Animal Law Initiative di bawah Animal Law Clinic, Lewis & Clark Law School.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya perlindungan hukum bagi hewan akuatik yang selama ini kerap terabaikan.
Baca Juga: Garuda Muda Babak Belur di Thailand, Jadi Alarm Jelang ASEAN U17 2026
Dalam perkembangannya, Hari Hewan Akuatik Sedunia tidak hanya menjadi ajang kampanye lingkungan, tetapi juga sarana edukasi publik mengenai peran vital hewan air.
Mereka berkontribusi dalam menjaga rantai makanan, kualitas air, hingga keseimbangan ekosistem global.
Namun, berbagai ancaman serius masih membayangi kelangsungan hidup hewan akuatik. Mulai dari pencemaran plastik, perubahan iklim, hingga praktik penangkapan ikan berlebihan (overfishing) yang merusak populasi dan habitat alami.
Setiap tahunnya, peringatan ini juga mengangkat tema khusus. Misalnya pada 2024, fokus diarahkan pada dampak perubahan lingkungan terhadap keberlangsungan hidup hewan akuatik.
Melalui momentum ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami pentingnya hewan akuatik, tetapi juga terdorong untuk mengambil langkah nyata dalam menjaga kelestarian ekosistem perairan.(*)
Editor : Mugni Supardi