RADAR PALU - Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) resmi menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk kasus campak, menyusul tingginya jumlah kasus suspek yang mencapai 469 dan tersebar di hampir seluruh wilayah kota.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, Rochmat Jasin Moenawar, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah cepat berupa pendataan dan pengambilan sampel dari ratusan kasus tersebut untuk dikirim ke laboratorium pusat guna pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami mencatat sekitar 469 kasus suspek campak di Kota Palu. Sampel dari kasus-kasus tersebut sudah kami kirim ke laboratorium pusat untuk memastikan diagnosis,” ujar Rochmat.
Baca Juga: Seleksi SMA Al-Azhar Palu Dijamin Bebas Titipan
Berdasarkan penetapan dari Kementerian Kesehatan, Kota Palu termasuk dalam salah satu dari 30 daerah di Indonesia yang masuk kategori KLB campak. Dengan status ini, pemerintah daerah diwajibkan segera melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi tanggap wabah.
“Dengan status KLB ini, kami diarahkan untuk segera melaksanakan ORI guna memutus rantai penularan,” jelasnya.
Pelaksanaan ORI telah dimulai sejak akhir Maret 2026 dan melibatkan seluruh puskesmas di Kota Palu. Sasaran imunisasi adalah balita usia 9 hingga 59 bulan, dengan total target mencapai 32.935 anak, tanpa memandang riwayat infeksi campak sebelumnya.
Baca Juga: BRI Prihatin Perampokan Agen BRILink di Palu, dan Dukung Penegakan Hukum
“Seluruh puskesmas telah bergerak. Target kami sekitar 32.935 balita untuk mendapatkan imunisasi, tanpa melihat apakah sebelumnya pernah terinfeksi campak atau belum,” tambah Rochmat.
Terkait persebaran, Dinkes mencatat bahwa kasus campak hampir merata di seluruh wilayah Kota Palu, sehingga memerlukan perhatian dan penanganan serius dari semua pihak.
Selain upaya imunisasi, penanganan pasien juga terus dilakukan secara intensif. Seluruh rumah sakit di Kota Palu telah disiapkan dengan fasilitas memadai, termasuk ruang perawatan khusus bagi pasien campak.
Baca Juga: Tanpa Pelatih Luar, Siswa Al-Azhar Palu Tembus IMO
“Seluruh rumah sakit telah siap, termasuk penyediaan ruang isolasi dan fasilitas pendukung untuk perawatan intensif pasien,” tutup Rochmat.
Pemerintah Kota Palu mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk segera membawa anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan imunisasi, serta tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit. (*)
Editor : Agung Sumandjaya