Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Gempa M 7,6 Guncang Sulut, Satu Warga Tewas di Manado, Aktivitas Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah

Rony Sandhi • Kamis, 2 April 2026 | 09:47 WIB
Tangkapan layar video sebuah motor terbanting di sebuah Pelabuhan akibat gempa di Sulawesi Utara.
Tangkapan layar video sebuah motor terbanting di sebuah Pelabuhan akibat gempa di Sulawesi Utara.

 RADAR PALU – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Rabu pagi (2/4/2026) tidak hanya memicu kepanikan warga, tetapi juga menimbulkan korban jiwa serta memicu aktivitas tsunami di sejumlah titik pesisir Indonesia timur.

Satu orang dilaporkan meninggal dunia di kawasan Sario, Kota Manado, setelah tertimpa reruntuhan bangunan. Informasi yang dihimpun menyebutkan korban tertimpa material dari gedung KONI Sario yang mengalami kerusakan parah hingga sebagian strukturnya runtuh saat gempa terjadi.

Korban diduga berada di sekitar lokasi dan tidak sempat menyelamatkan diri ketika bangunan mulai roboh. Hingga kini, pihak kepolisian telah berada di lokasi kejadian, namun belum memberikan keterangan resmi terkait identitas korban.

Baca Juga: Gempa M 7,6 Picu Kerusakan di Manado, Satu Korban Meninggal Tertimpa Reruntuhan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini tsunami (Warning Tsunami PD 3.2) pascagempa tersebut. Sejumlah data menunjukkan adanya kenaikan muka air laut di berbagai wilayah.

Di Belang, Sulawesi Utara, tsunami terpantau pada pukul 06.36 WITA dengan ketinggian mencapai 0,68 meter. Sementara di Kota Bitung, fenomena serupa terjadi lebih awal pada pukul 06.15 WITA dengan ketinggian sekitar 0,20 meter.

Kenaikan muka air laut juga tercatat di Halmahera Barat pada pukul 06.08 WITA dengan tinggi 0,30 meter. Di Minahasa Utara, gelombang tercatat paling tinggi, mencapai 0,75 meter pada pukul 06.18 WITA. Sedangkan di Sidangoli, Maluku Utara, tsunami terdeteksi setinggi 0,35 meter pada pukul 06.16 WITA.

Baca Juga: Usai Gempa M 7,6, Air Laut di Sulut Surut Drastis, Warga Waspada

Fenomena ini memperkuat indikasi adanya aktivitas tsunami meskipun dalam skala relatif kecil. Namun demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi gelombang susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

BMKG dan pihak berwenang mengimbau warga, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir, untuk sementara menjauhi pantai dan terus memantau informasi resmi guna menghindari risiko yang lebih besar.

Diketahui, gempa terjadi pada pukul 05.48.14 WIB dengan pusat berada di koordinat 1,21 Lintang Utara dan 126,25 Bujur Timur, sekitar 127 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara. Gempa berada pada kedalaman 18 kilometer, tergolong dangkal sehingga guncangannya dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Detik-detik Air Laut Naik Usai Gempa M 7,6, Warga Pesisir Panik Berlarian

Saat gempa terjadi, warga di Kota Manado dilaporkan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Hingga kini, pendataan dampak gempa masih terus dilakukan oleh pihak terkait.(*)

Editor : Rony Sandhi
#Gempa Sulawesi Utara #tsunami Sulut #Manado Terkini #BMKG Warning #Bencana Indonesia