RADAR PALU – Kebiasaan berpuasa selama Ramadan dan dilanjutkan dengan puasa Syawal sebenarnya membuat umat Muslim sudah terbiasa menjalani pola makan seperti intermittent fasting. Pola intermittent fasting ini dikenal dalam dunia kesehatan sebagai metode pengaturan waktu makan yang memberi kesempatan tubuh beristirahat dari proses pencernaan.
Selama Ramadan, umat Muslim menjalankan puasa dari subuh hingga maghrib yang secara tidak langsung menyerupai metode intermittent fasting yang populer saat ini. Dalam praktik intermittent fasting, seseorang mengatur waktu makan dan waktu puasa sehingga tubuh dapat menggunakan cadangan energi secara lebih efisien.
Baca Juga: Puasa Syawal, Raih Pahala Setara Setahun dan Ini Tata Caranya
Binaragawan dan pakar kebugaran Indonesia, Ade Rai, menjelaskan bahwa konsep intermittent fasting sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kebiasaan puasa yang dilakukan umat Muslim. Menurutnya, intermittent fasting merupakan metode sederhana untuk menjaga metabolisme tubuh tetap optimal.
Dalam praktik kesehatan modern, intermittent fasting dipercaya memiliki sejumlah manfaat seperti membantu pembakaran lemak dan menjaga keseimbangan gula darah. Karena itu, banyak orang yang mulai menerapkan intermittent fasting sebagai pola hidup sehat setelah Ramadan.
Kebiasaan puasa selama Ramadan membuat tubuh sudah beradaptasi dengan pola intermittent fasting tanpa disadari. Hal ini menjadi keuntungan bagi umat Muslim karena mereka tidak perlu melakukan penyesuaian besar jika ingin melanjutkan intermittent fasting setelah Ramadan.
Baca Juga: Bisa Jadi Inspirasi Setelah Ramadan, Deretan Selebriti yang Rutin Puasa Syawal
Selain itu, puasa Syawal yang dilakukan enam hari setelah Idul Fitri juga dapat menjadi jembatan untuk mempertahankan pola intermittent fasting. Dengan cara ini, manfaat spiritual dari puasa dapat berjalan seiring dengan manfaat kesehatan dari intermittent fasting.
Jika kebiasaan intermittent fasting ini terus dilanjutkan, maka pola makan yang lebih disiplin dapat terbentuk. Pada akhirnya, intermittent fasting tidak hanya menjadi metode diet, tetapi juga gaya hidup sehat yang bisa diterapkan sepanjang tahun.(uq)
Editor : Nur Soima Ulfa