RADAR PALU - Campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan mudah menyebar melalui percikan air liur saat penderita batuk atau bersin.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut campak sebagai salah satu penyakit paling menular, terutama di lingkungan dengan cakupan vaksinasi rendah.
Baca Juga: Kota Palu KLB Campak, Wali Kota Keluarkan Surat Edaran Percepat Imunisasi untuk Anak
Gejala campak umumnya muncul dalam waktu satu hingga dua minggu setelah paparan virus, baik pada anak-anak maupun orang dewasa.
Penyebab Campak
Mengacu pada informasi medis dari Halodoc, campak disebabkan oleh virus rubeola yang termasuk dalam genus Morbillivirus dari keluarga Paramyxoviridae.
Virus ini menyebar melalui kontak langsung dengan penderita atau droplet di udara. Penularan bisa terjadi saat seseorang menghirup percikan yang mengandung virus.
Baca Juga: Kasus Campak di Palu Meningkat, Puskesmas Sangurara Catat 62 Kasus di Duyu dan Sekitarnya
Virus masuk ke tubuh melalui mulut, hidung, atau mata, kemudian menyerang saluran pernapasan sebelum menyebar lebih luas.
Proses Penyebaran dalam Tubuh
Setelah masuk ke tubuh, virus campak menginfeksi sel-sel kekebalan dan menyebar ke kelenjar getah bening.
Dari sana, virus masuk ke aliran darah dan menyebar ke berbagai organ seperti hati, kulit, sistem saraf pusat, hingga limpa.
Kemenkes menjelaskan, ruam merah khas campak muncul akibat peradangan pembuluh darah kecil di kulit.
Gejala biasanya berkembang dalam rentang enam hingga 21 hari setelah infeksi awal.
Masa Penularan Campak
Campak dapat menular bahkan sebelum gejala utama muncul. Penderita sudah bisa menyebarkan virus sekitar empat hari sebelum ruam muncul hingga empat hari setelahnya.
Baca Juga: Penyakit Campak Masih Mengancam, Ini Gejala dan Pencegahannya
Menurut WHO, tingginya tingkat penularan ini membuat wabah campak mudah terjadi, terutama di wilayah dengan imunisasi rendah.
Pencegahan Campak
Cara paling efektif mencegah campak adalah melalui vaksinasi. Kemenkes dan WHO menekankan pentingnya imunisasi campak sebagai perlindungan utama, khususnya pada anak-anak.
Baca Juga: Campak Renggut Nyawa Dokter Muda, Kemenkes Beri Peringatan
Selain vaksin, menjaga kebersihan, menggunakan masker saat sakit, dan menghindari kontak dengan penderita juga membantu mengurangi risiko penularan.
Memahami gejala, penyebab, dan cara penularan campak penting untuk meningkatkan kewaspadaan. Vaksinasi tetap menjadi langkah paling efektif untuk melindungi diri dan mencegah penyebaran penyakit ini.***
Editor : Muhammad Awaludin