RADAR PALU - Tiga jurnalis Lebanon tewas dalam serangan Israel yang menargetkan kendaraan bertanda “Press” di Lebanon selatan, Sabtu (28/3/2026).
Insiden tragis ini terjadi di kawasan Jezzine, Lebanon selatan. Kendaraan yang diserang diketahui telah dilengkapi tulisan “Press”, penanda yang seharusnya melindungi pekerja media di wilayah konflik.
Namun, serangan tetap terjadi dan menewaskan para korban di lokasi.
Berdasarkan laporan AFP yang mengutip sumber militer Lebanon, korban tewas antara lain Al Shouaib dari Al-Manar, stasiun televisi milik Hizbullah.
Korban lainnya adalah Fatima Fatouni, jurnalis dari Al-Mayadeen yang dikenal dekat dengan kelompok yang didukung Iran.
Selain itu, saudara laki-laki Fatouni dan seorang juru kamera juga turut menjadi korban dalam serangan tersebut.
Serangan ini menambah panjang daftar korban dalam konflik yang terus memanas di Lebanon.
Sehari sebelumnya, Jumat (27/3), Israel juga melancarkan serangan ke kota Saksakiyah di distrik Sidon.
Serangan tersebut menewaskan empat orang dan melukai delapan lainnya.
Sejak 2 Maret 2026, jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon telah mencapai 570 orang.
Sementara itu, lebih dari 1.444 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Angka ini menunjukkan eskalasi konflik yang semakin mengkhawatirkan.
Penyerangan terhadap jurnalis Lebanon tewas ini memicu kecaman luas dari berbagai pihak internasional.
Pasalnya, jurnalis yang bekerja di zona konflik dilindungi oleh hukum internasional dan tidak boleh menjadi target serangan.
Ketika jurnalis menjadi korban, bukan hanya nyawa yang hilang, tetapi juga akses publik terhadap informasi yang akurat ikut terancam.
Insiden jurnalis Lebanon tewas ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap pekerja media di wilayah konflik yang kian berisiko.***
Editor : Muhammad Awaludin