Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Penyakit Campak Masih Mengancam, Ini Gejala dan Pencegahannya

Muhammad Awaludin • Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:51 WIB

Ilustrasi pasien dengan ruam merah akibat penyakit campak yang sangat menular.
Ilustrasi pasien dengan ruam merah akibat penyakit campak yang sangat menular.

RADAR PALU - Penyakit campak masih menjadi ancaman kesehatan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penyakit ini sangat menular dan berisiko menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan cepat.

Campak Masih Jadi Ancaman Serius 

 

Penyakit campak merupakan infeksi virus yang mudah menyebar melalui udara. Virus ini menyerang saluran pernapasan dan dapat menyebar ke seluruh tubuh. 

Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa campak masih menjadi salah satu penyebab utama kematian pada anak yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksinasi. 

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit ini.

Gejala Awal hingga Ruam Merah

Gejala penyakit campak biasanya muncul dalam 7–14 hari setelah terpapar virus. Awalnya, penderita mengalami demam tinggi disertai batuk dan pilek. 

Selanjutnya, muncul ruam merah yang dimulai dari wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Pada beberapa kasus, penderita juga mengalami mata merah dan sensitif terhadap cahaya.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), fase ruam biasanya berlangsung beberapa hari sebelum akhirnya mereda.

Penularan Sangat Cepat

Penyakit campak dikenal sangat menular. Virus dapat menyebar melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin.

Bahkan, virus bisa bertahan di udara atau permukaan selama beberapa waktu, sehingga risiko penularan tetap tinggi di ruang tertutup. 

WHO menyebutkan bahwa satu orang penderita dapat menularkan virus kepada banyak orang yang belum memiliki kekebalan.

Komplikasi Bisa Berakibat Fatal

Meski sering dianggap penyakit ringan, penyakit campak dapat menimbulkan komplikasi serius.

Beberapa komplikasi yang sering terjadi antara lain pneumonia, diare berat, hingga radang otak (ensefalitis). Dalam kasus tertentu, kondisi ini bisa berujung kematian.

World Health Organization menegaskan bahwa risiko komplikasi lebih tinggi pada anak kecil, orang dewasa, serta individu dengan sistem imun lemah.

Imunisasi Jadi Kunci Pencegahan

Vaksinasi menjadi cara paling efektif untuk mencegah penyakit campak. Program imunisasi telah terbukti mampu menurunkan angka kasus dan kematian secara signifikan. 

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengimbau masyarakat untuk melengkapi imunisasi, terutama bagi anak-anak.

Selain itu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat juga penting untuk menekan risiko penularan.

Kapan Harus ke dokter?

Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam tinggi disertai ruam merah.

Penanganan dini diperlukan untuk mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan.

CDC juga menyarankan isolasi sementara bagi penderita untuk mencegah penularan ke orang lain.

Penyakit campak bukan sekadar penyakit biasa. Dengan tingkat penularan yang tinggi dan risiko komplikasi serius, kewaspadaan dan imunisasi menjadi langkah utama untuk melindungi diri dan keluarga.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Radar Palu #kesehatan #imunisasi #campak #penyakit menular #who