Sekretaris Komisi III, Muhammad Safri, menilai insiden tersebut bukan sekadar kecelakaan kerja, melainkan indikasi kuat kejahatan serius yang melibatkan pelanggaran hukum dan kelalaian fatal perusahaan.
Dalam pernyataan yang bernada tajam, Safri menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah oleh kepentingan korporasi. Ia menyebut adanya dugaan aktivitas ilegal, termasuk penebangan pohon tanpa izin, yang dinilai sebagai bentuk pelanggaran terang-terangan terhadap hukum.
Baca Juga: Diduga Korsleting Kipas Angin, Panti Muhammadiyah Palu Terbakar Saat Kosong
“Ini bukan insiden biasa. Ini mengarah pada pelanggaran sistematis. Ada dugaan kuat aktivitas ilegal yang tidak bisa dibiarkan. Negara harus hadir dan bertindak tegas,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Lebih dari itu, Safri menyoroti perlakuan terhadap korban yang dinilai mencederai nilai kemanusiaan. Informasi bahwa jenazah korban dibungkus karung disebutnya sebagai tindakan yang tidak hanya tidak pantas, tetapi juga mencerminkan krisis moral yang serius di tubuh perusahaan.
“Ini bukan sekadar pelanggaran, ini sudah menyentuh sisi kemanusiaan. Perlakuan terhadap jenazah seperti itu adalah bentuk penghinaan yang tidak bisa diterima akal sehat,” tegasnya.
Baca Juga: Hilirisasi Durian Sulteng Digenjot, Packing House Diresmikan
Safri pun mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk tidak ragu mengambil langkah ekstrem. Ia meminta Gubernur segera mengevaluasi dan mencabut izin operasional perusahaan jika terbukti melakukan pelanggaran.
“Kalau terbukti bersalah, tidak ada alasan untuk kompromi. Cabut izinnya. Jangan biarkan perusahaan yang abai hukum terus beroperasi dan mengancam nyawa pekerja,” katanya.
Tak kalah keras, Safri juga memperingatkan aparat penegak hukum, khususnya Polres Morowali, agar tidak bermain-main dalam mengusut kasus ini. Ia menuntut penyelidikan yang terbuka, profesional, dan bebas dari intervensi pihak mana pun.
Baca Juga: Harga BBM Bakal Naik? Warga Mulai Kurangi Pengeluaran
“Publik menunggu kejujuran. Bongkar semua, jangan ada yang disembunyikan. Kalau ada yang mencoba menutup-nutupi, itu sama saja meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap hukum,” pungkasnya.
Kasus ini kini menjadi sorotan tajam publik dan berpotensi menyeret berbagai pihak jika terbukti ada pelanggaran hukum yang lebih luas di balik insiden maut tersebut.
Editor : Agung Sumandjaya